Waspada Hantavirus! Gubsu Bobby Nasution Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan, Begini Cara Tepat Membersihkan Kotoran Tikus

96

MEDAN – Sebuah ancaman baru kembali menyita perhatian dunia: Hantavirus. Meski belum masuk Sumatera Utara, Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, tak mau lengah. Ia pun mengeluarkan imbauan darurat yang wajib diketahui setiap keluarga.

“Kita tunggu arahan dari Kementerian Kesehatan. Tapi yang terpenting sekarang adalah mengedukasi masyarakat soal pencegahan,” ujar Bobby usai ditemui di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026).

Lantas, apa bahaya hantavirus sehingga mantan Wali Kota Medan ini bergerak cepat?

Bukan Hanya Gigitan, Debu Kotoran Tikus Juga Mematikan

Banyak orang mengira hantavirus hanya menular lewat gigitan tikus. Faktanya, jauh lebih berbahaya. Virus ini menyebar melalui aerosol—partikel halus dari urine, feses, atau air liur tikus yang sudah mengering.

Saat Anda menyapu lantai gudang atau membersihkan rumah kosong, debu yang berterbangan bisa langsung terhirup.

Baca Juga : Jangan Keliru! Ini Beda Mendasar Bakteri dan Virus dan Cara Penanganannya

“Jangan sampai salah cara. Kalau ada kotoran tikus, jangan disapu kering,” tegas Bobby. “Siram dulu dengan air atau disinfektan, baru dibersihkan. Agar partikel virus tak beterbangan di udara.”

Gejala Mirip Flu, Tapi Bisa Berakibat Fatal

Hantavirus bisa menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Gejala awalnya: demam, menggigil, nyeri otot, lemas, dan sakit kepala. Dalam 4–10 hari, penderita bisa sesak napas hebat karena paru-paru terisi cairan. Tingkat kematian HPS mencapai 38–50% di beberapa negara (data CDC).

Meski Indonesia baru menemukan kasus suspect (belum di Sumut), kewaspadaan dini adalah kunci.

Bobby Nasution memerintahkan jajaran pemkab/pemkot se-Sumut untuk menggencarkan sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Berikut yang bisa Anda lakukan hari ini:

1. Bersihkan rumah kosong & gudang dengan menyiramkan larutan pemutih (1:10 air) sebelum menyapu.
2. Gunakan masker & sarung tangan saat membersihkan area berdebu.
3. Tutup rapat makanan dan buang sampah secara rutin.
4. Tutup lubang jalur tikus masuk dengan semen atau kawat.
5. Jangan pakai vacuum cleaner untuk kotoran tikus—justru menyebarkan virus ke udara.

Jangan Panik, Tapi Jangan Abai

“Kalau kebersihan dijaga, potensi penyebaran virus bisa ditekan,” pungkas Bobby. “Yang penting masyarakat tahu caranya.”

Hantavirus berbeda dengan COVID-19 yang menular antar manusia. Namun, daya rusaknya pada paru-paru sama mengerikannya. Dengan lingkungan bersih dan teknik pembersihan yang tepat, Sumut bisa selamat dari ancaman ini.

Ingat: Siram dulu, baru sapu. Jangan biarkan keluarga Anda menghirup bahaya dari debu kotoran tikus. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com