Ditagih Utang Malah Marah? Ini 3 Alasan Psikologis di Balik Sikap ‘Galak’ Peminjam!

211

PERNAH ngalamin orang yang berutang tiba-tiba berubah jadi “singa galak” saat ditagih? Alih-alih minta maaf, malah balik nyalahin atau bahkan ngamuk. Ternyata, ini bukan sekadar masalah uang—tapi ada faktor psikologis yang jarang dibahas!

Kenapa Peminjam Bisa “Berapi-api” Saat Ditagih?
1. Mental “Ini Uang Gue Juga!”
Eko Endarto, Perencana Keuangan dari Financial Consulting, mengungkap fakta mengejutkan banyak orang menganggap utang seperti hak milik, bukan kewajiban!

“Biasa banget ngutang buat hal konsumtif, akhirnya uang habis dan nggak bisa bayar,”_ katanya. Saat ditagih, mereka merasa “hak”-nya dirampas—akhirnya defensif.

2. Stres Akibat Utang = Bom Waktu
Riset di AS membuktikan: 1 dari 3 orang muda stres berat karena utang sebelum usia 40 tahun! Dampaknya? Depresi, kecemasan, hingga emosi meledak saat ditagih. Apalagi jika penagih pakai cara kasar: telepon terus-menerus atau ancaman.

3. Malu yang Berubah Jadi Amarah
Studi Harvard & University of Colorado (2021) menemukan: rasa malu akibat utang lebih berbahaya daripada rasa bersalah! Orang yang malu cenderung lari dari masalah —salah satunya dengan marah atau menyangkal.

“Ini pola yang berulang pada pengelola keuangan buruk,” tegas peneliti.

Solusi Cerdas buat yang Nagih Utang
– Hindari konfrontasi, gunakan pendekatan empati.
– Buat perjanjian tertulis dengan tenggat waktu jelas.
– Jika perlu, libatkan pihak ketiga (mediator). (detik.com

)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com