Emas Bisa Dimakan:Aman atau Hanya Gimmick? Ahli Gizi Jelaskan Fakta di Balik Tren Kuliner Mewah

156

MEDAN – Tren menggunakan emas bisa dimakan (edible gold) pada hidangan mewah di kafe dan restoran tinggi semakin populer.

Dari lapisan kue, hiasan cocktail, hingga taburan pada sushi, lembaran emas tipis berkilauan seolah menjadi puncak kemewahan kuliner. Namun, amankah logam mulia ini untuk dikonsumsi?

Emas, atau dalam tabel periodik disimbolkan Au (Aurum), dikenal sebagai logam yang sangat stabil dan tidak mudah teroksidasi. Sifat inilah yang membuatnya tidak berkarat dan tahan lama, sehingga ideal dijadikan perhiasan dan penyimpan nilai. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sifat ini juga yang membuatnya biocompatible atau memiliki tingkat biokompatibilitas yang tinggi dengan tubuh manusia.

“Dalam dunia medis, sifat biokompatibel emas sudah lama dikenal dan dimanfaatkan, misalnya pada implant gigi atau pengobatan arthritis tertentu,” jelas Dr. Amanda Setyani, M.Gizi, seorang Ahli Gizi dan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

“Prinsipnya, karena emas murni (24 karat) sangat inert atau tidak mudah bereaksi, ia tidak akan memicu respons racun atau alergi dalam tubuh kita. Dalam jumlah kecil, ia akan melewati sistem pencernaan tanpa diserap dan dikeluarkan begitu saja melalui feses,” tambah Dr. Amanda.

Hanya Estetika, Tanfaat Gizi Nol
Meski dinyatakan aman, Dr. Amanda menegaskan bahwa emas untuk makanan murni hanya berfungsi sebagai dekorasi.

“Emas yang dimakan tidak memberikan manfaat gizi apa pun bagi tubuh. Ia tidak mengandung vitamin, mineral yang dapat diserap, atau kalori. Jadi, nilai yang didapatkan hanyalah nilai estetika dan psikologisnya saja. Konsumen membayar mahal untuk pengalaman ‘mewah’, bukan untuk nilai kesehatannya,” paparnya.

Jenis emas yang digunakan untuk konsumsi biasanya adalah emas 24 karat yang telah ditempa menjadi lembaran sangat tipis disebut gold leaf atau bubuk emas.

Sangat penting untuk memastikan bahwa emas yang digunakan memang khusus untuk makanan (food-grade), bukan emas perhiasan yang mungkin mengandung campuran logam lain yang berbahaya jika tertelan.

Jadi, kesimpulannya, menikmati hidangan berhias emas aman-aman saja sebagai bentuk treat untuk diri sendiri. Namun, jangan berharap Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan khusus darinya. Kelebihannya hanya terletak pada kilauannya, bukan pada gizinya. (Red)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com