MEDAN – Tempat nongkrong hits di Medan kian menjamur dan menjadi magnet baru bagi warga dari berbagai usia.
Mulai dari anak muda, keluarga, hingga pekerja, kini berlomba mencari lokasi yang nyaman, murah, dan ramai untuk melepas penat.
Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya lima tempat nongkrong di Medan ini terus dipadati pengunjung, terutama pada sore hingga malam hari dan akhir pekan.
Fenomena ini terjadi karena kebutuhan masyarakat Medan akan ruang berkumpul yang santai, terjangkau, dan mudah dijangkau.
Baca juga; MRFW 2025 Resmi Ditutup, Walikota Medan Harapkan Karya Desainer Lokal Tembus Pasar Internasional
Selain harga yang ramah di kantong, suasana dan lokasi strategis menjadi faktor utama yang membuat tempat-tempat ini cepat viral dari mulut ke mulut maupun media sosial.
Kilat Kuphi Johor yang berlokasi di Jalan Karya Kasih, Kecamatan Medan Johor, saat ini menjadi salah satu ikon nongkrong paling ramai di Medan.
Setiap hari, tempat ini nyaris tak pernah sepi. Pengunjung datang dari berbagai kalangan, baik remaja, pekerja, hingga keluarga besar.
Menu makanan dan minuman yang murah meriah menjadi daya tarik utama.
Pada akhir pekan, pengunjung disarankan datang lebih awal karena antrean panjang kerap tak terhindarkan.
Area yang luas dan parkiran yang mampu menampung ratusan sepeda motor serta puluhan mobil membuat tempat ini semakin diminati.
Baca juga: MRFW 2025 Dibuka, Walikota Medan Harapkan Desainer Lokal Tembus Pasar Internasional
Tak kalah ramai, Gadeng Kupi di Jalan Raya Menteng, Medan Denai, mencuri perhatian meski baru beroperasi sekitar tiga bulan terakhir.
Konsepnya hampir serupa dengan Kilat Kuphi Johor, menawarkan beragam menu kopi dan makanan ringan.
Lokasinya luas, nyaman, dan parkir memadai. Dalam waktu singkat, Gadeng Kupi menjelma menjadi titik kumpul baru warga sekitar.
Sementara itu, bagi pencinta suasana tenang, Candu Kuphi di Jalan Abdullah Lubis menjadi pilihan berbeda.
Tempat ini tidak terlalu luas, namun menghadirkan suasana syahdu dan lebih privat.
Manajemen menyediakan ruang khusus bebas asap rokok, membuatnya cocok untuk bersantai, bekerja ringan, atau berbincang santai tanpa gangguan.
Di sisi lain, konsep kaki lima tetap tak tergantikan. Angkringan Jalan Gatot Subroto–Nibung Raya selalu dipenuhi anak muda, terutama pada malam akhir pekan.
Canda tawa, kopi panas, dan jajanan sederhana menjadi daya tarik utama. Harga yang sangat terjangkau membuat tempat ini tak pernah kehilangan pengunjung.
Hal serupa terlihat di angkringan kawasan Kesawan. Dengan nuansa kota tua dan keramaian khas malam Medan, kawasan ini menjadi destinasi favorit untuk nongkrong santai sambil menikmati atmosfer urban yang hidup.
Kelima tempat ini membuktikan bahwa tren nongkrong di Medan bukan sekadar soal kopi, tetapi tentang ruang sosial, kenyamanan, dan kebersamaan.
Tak heran jika tempat-tempat ini terus ramai dan menjadi denyut baru kehidupan malam Kota Medan. (RS)