ALARM MERAH! Cakupan Imunisasi Anak di Medan Jeblok, DPRD Soroti Peran Penting Sekolah
MEDAN – Kota Medan darurat imunisasi! Data terbaru menunjukkan cakupan vaksinasi bagi bayi dan anak-anak di kota ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, bahkan cenderung menurun.
Menanggapi hal ini, DPRD Kota Medan mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk turun tangan dan mengambil peran krusial.
H. Iswanda Ramli, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) semata.
“Masalah rendahnya capaian imunisasi di Kota Medan tidak bisa hanya dibebankan pada Dinkes. Disdikbud, melalui sekolah, memiliki akses langsung untuk mengedukasi orang tua dan siswa,” tegas politisi yang akrab disapa Nanda kemarin.
Fakta di Lapangan Mengkhawatirkan
Data dari Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) membuktikan betapa seriusnya masalah ini:
· Imunisasi Anak Sekolah (BIAS): Partisipasi siswa SD sangat memprihatinkan. Pada 2025, hanya 2,52% siswa yang diimunisasi.
· Imunisasi Bayi (IDL): Untuk bayi usia 0-11 bulan, cakupan imunisasi dasar lengkap hingga September 2025 hanya 35,84%.
· Imunisasi Baduta (IBL): Untuk anak usia 12-24 bulan, angkanya juga tidak jauh baik, hanya 30,5%.
Padahal, Dinkes telah berupaya “menjemput bola” dengan mengadakan imunisasi langsung di sekolah. Namun, penolakan dari sejumlah orang tua dan siswa masih menjadi kendala utama.
Sekolah Jadi Ujung Tombak Sosialisasi
Nanda menekankan, sekolah adalah garda terdepan untuk melawan misinformasi tentang imunisasi. “Disinilah peran Disdikbud vital. Sekolah harus memberikan pemahaman yang benar tentang manfaat imunisasi, baik kepada siswa maupun orang tuanya. Ini demi kesehatan anak-anak kita yang sedang rentan terhadap serangan berbagai virus,” paparnya.
Tidak hanya Disdikbud, Nanda juga mengajak seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan, untuk aktif mendata dan membujuk orang tua agar bersedia anaknya diimunisasi.
Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan penyakit dan membangun generasi muda Medan yang lebih sehat dan terlindungi. (Rel)