Banjir Haranggaol Sisakan Batu Besar di Sungai Siboro, Pemkab Simalungun Turun Tangan

366

SIMALUNGUN — Banjir yang menerjang Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun, menyisakan persoalan serius di aliran Sungai Siboro.

Pemerintah Kabupaten Simalungun menemukan bongkahan batu berukuran besar yang menghambat aliran sungai dan diduga menjadi salah satu pemicu luapan air ke permukiman warga.

Temuan itu diketahui saat Kepala BPBD Simalungun, Budiman Silalahi bersama Kepala Dinas Sosial Osnidar Marpaung Camat Haranggaol Horisan Lamhot Manurung dan jajaran Forkopimcam meninjau lokasi banjir, Senin (28/9/2026).

Rombongan tidak hanya memeriksa rumah warga yang terdampak, tetapi juga menelusuri aliran Sungai Siboro hingga ke bagian hulu untuk mencari titik persoalan yang berpotensi memperparah banjir.

Banjir sebelumnya terjadi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 17.00 hingga 19.20 WIB. Hujan berintensitas tinggi membuat Sungai Siboro meluap dan menggenangi kawasan Lingkungan 05 dan 06 Kelurahan Haranggaol.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Simalungun, enam rumah warga terdampak langsung. Keenamnya milik Ludin Purba (73), Remin Purba (79), Elsye Simanungkalit (67), Nurhayati Purba (69), Robinson Damanik (53), dan Rahel May Sarah Sinurat (38).

Baca Juga; Dua Bendung Rusak Diterjang Banjir, Ratusan Hektare Sawah Ujung Padang Terdampak

Dua rumah di antaranya mengalami kerusakan bangunan. Banjir juga berdampak pada SD Negeri 091358 Haranggaol yang berada di Lingkungan 06.

 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

 

Temuan bongkahan batu di aliran sungai kini menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya banjir susulan.

 

“Kami akan melaporkan hasil peninjauan ini kepada Bapak Bupati agar titik permasalahan dapat segera ditangani, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan dan rumah warga yang terdampak, sehingga dapat secepatnya diperbaiki,” ujar Budiman.

 

Selain melakukan pengecekan kerusakan, Pemkab Simalungun juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak. Penanganan rumah yang terkena material luapan banjir dan pembersihan lokasi turut dilakukan.

 

Dinas Sosial ikut menyalurkan bantuan sebagai bagian dari penanganan pascabencana. BPBD, Dinas Sosial, TNI, Polri dan Forkopimcam Haranggaol Horisan selanjutnya melakukan pemantauan serta koordinasi untuk menangani dampak banjir dan mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Pemerintah Kabupaten Simalungun juga menjadikan hasil peninjauan lapangan sebagai bahan laporan kepada Bupati Simalungun untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk terhadap rumah warga dan fasilitas pendidikan yang terdampak. (RS)