Dua Bendung Rusak Diterjang Banjir, Ratusan Hektare Sawah Ujung Padang Terdampak

385

SIMALUNGUN – Dua bendung irigasi di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, rusak akibat banjir. Kerusakan tersebut mengganggu pengairan lahan pertanian yang mencakup sekitar 151,6 hektare.

Dua bendung yang terdampak yakni Bendung Tanjung Marihat yang mengairi sekitar 66 hektare sawah dan Bendung Kampung Baru Hilir dengan cakupan sekitar 85,6 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, meninjau langsung kondisi kedua bendung tersebut di Nagori Sei Merbau, Kecamatan Ujung Padang, Senin (7/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat tingkat kerusakan sekaligus dampaknya terhadap petani yang bergantung pada aliran irigasi dari kedua bendung tersebut.

Kerusakan infrastruktur pengairan itu berpotensi menghambat pengolahan lahan karena pasokan air ke persawahan terganggu. Petani pun terpaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air.

Budiman mengatakan hasil pemeriksaan di lapangan akan menjadi bahan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan dan perbaikan.

“Pemerintah Kabupaten Simalungun terus berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan masyarakat, terutama para petani. Infrastruktur irigasi merupakan penopang utama produktivitas pertanian dan kunci terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh bagi kita semua,” ujar Budiman di lokasi.

Baca Juga: BPBD Temukan Penyempitan Sungai dan Tanggul Jebol di Lokasi Banjir Serbelawan

Salah seorang petani, Muda Bakkara, mengatakan kerusakan bendung membuat petani harus menggunakan mesin pompa untuk mengairi sawah. Kondisi tersebut menambah biaya operasional yang harus dikeluarkan petani.

“Untuk lahan seluas sekitar 2.400 meter persegi saja, kami harus mengeluarkan biaya bahan bakar Pertalite hingga sekitar Rp120.000 setiap kali pengairan atau pengolahan tanah. Ini tentu menjadi beban tambahan yang berat bagi kami. Kami berharap kedua bendung ini segera diperbaiki agar kami bisa kembali mengelola lahan dengan tenang dan hemat biaya,” ungkapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Budiman juga menyapa petani yang sedang bekerja di persawahan serta melihat penggunaan mesin pompa untuk mengairi lahan.

Kerusakan kedua bendung kini menjadi perhatian Pemkab Simalungun karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas pertanian warga di Kecamatan Ujung Padang. Pemerintah daerah selanjutnya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan penanganan terhadap infrastruktur irigasi yang rusak. (RS)