Bobby Bawa Dubes Prancis Menyusuri Peradaban Kuno Nias: Situs Megalit Tete Gowo hingga Lompat Batu yang Mendunia
NIAS SELATAN — Sejarah ribuan tahun dan tradisi heroik Nias Selatan tiba-tiba melambung ke panggung diplomasi internasional.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, membawa Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Fabien Penone, menyusuri situs megalitikum kuno Tete Gowo serta menyaksikan langsung atraksi lompat batu (Fahombo) di Desa Bawomataluo, kemarin.
Kunjungan ini bukan sekadar tur wisata, melainkan tindak lanjut nyata dari kesepakatan kerja sama budaya antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
“Kami sampaikan, mau enggak Pak Dubes sekaligus datang ke Nias? Kebetulan juga hari ini Pak Presiden Prabowo dengan Presiden Macron punya kesepakatan kerja sama, khususnya juga di bidang budaya,” ujar Bobby.
Perjalanan budaya dimulai dari Situs Megalit Tete Gowo di Desa Hili Sao’oto, Kecamatan Sidua’ori. Situs ini dipercaya telah berdiri selama 2.500 hingga 5.000 tahun lebih tua dari banyak peradaban besar dunia.
Di atas bukit terjal setinggi 270 meter, hampir 100 batu megalitik tersusun dalam bentuk tugu, bundar, dan persegi menyerupai meja yang diyakini sebagai warisan leluhur Nias.
Tak kalah memukau, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Bawomataluo di Kecamatan Fanayama desa adat yang berdiri sejak 1830-an dan telah diusulkan menjadi Warisan Dunia UNESCO.
Di sinilah Fabien Penone disuguhkan atraksi Fahombo—lompat batu setinggi dua meter yang ditampilkan pemuda setempat dengan keberanian luar biasa, sebuah tradisi yang pernah menghiasi uang kertas Rp1.000 edisi 1992.
Bobby dengan tegas menegaskan bahwa yang ditunjukkan kepada Dubes Prancis bukanlah gedung mewah atau infrastruktur modern, melainkan peninggalan sejarah dan identitas budaya Nias yang autentik.
“Kami coba tampilkan kalau di Nias itu selain pantai, selain wisata, kami juga ada destinasi cerita adatnya. Beliau sangat tertarik dan alhamdulillah datang kemari,” ungkap Bobby.
Kabar baik datang dari Pemprov Sumut: revitalisasi Situs Megalit Tete Gowo dan rumah adat di Bawomataluo akan dimulai tahun depan.
“Insyaallah nanti tahun depan kita revitalisasi,” tegas Bobby.Langkah ini krusial mengingat situs megalitik Nias tak luput dari kerusakan akibat gempa dan ancaman kelestarian.
Kunjungan Dubes Prancis ini diharapkan menjadi katalis promosi pariwisata dan budaya Nias ke level internasional, sekaligus memperkuat hubungan budaya Indonesia-Prancis yang semakin erat melalui kolaborasi di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, dan pembangunan berkelanjutan. (Rel)