Bupati Simalungun Resmikan Restoran Terapung, Dorong Pengelolaan Profesional dan Sikap Ramah Wisata

174

SIMALUNGUN — Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih meresmikan restoran terapung yang dibangun di kawasan wisata Danau Toba, tepatnya di Nagori Ujung Saribu, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kamis (26/6/2025).

Restoran tersebut merupakan bantuan dari PT Bank Sumut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Nagori (Bumnag) Ujung Saribu.

Pembangunan restoran ini didanai dari CSR Tahun Buku 2023 Bank Sumut sebesar Rp594.050.493. Tahun ini, Bank Sumut juga akan menyalurkan CSR senilai Rp654.717.198 atas penempatan saham Pemkab Simalungun sebesar Rp92,5 juta.

“Bank Sumut percaya keberhasilan tidak hanya dari sisi bisnis, tapi juga dari kontribusi terhadap masyarakat. Kami berharap program ini mampu mendorong pemberdayaan ekonomi desa dan memperkuat potensi pariwisata,” ujar Pimpinan Bank Sumut Cabang Pamatang Raya, Jesaya Surbakti.

Bupati Simalungun dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Sumut terhadap pembangunan berbasis desa. Ia menyebut, kehadiran restoran terapung ini selaras dengan visi “Simalungun Maju” melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Ini adalah bentuk nyata sinergi. Saya harap restoran ini dikelola secara profesional, kreatif, dan bertanggung jawab agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan ikon wisata baru bagi Simalungun,” kata Bupati.

Ia juga mengingatkan pentingnya keramahan kepada wisatawan dan menjaga kebersihan lingkungan wisata. “Tunjukkan keramahtamahan agar pengunjung betah berlama-lama. Jaga kebersihan agar tempat ini tetap nyaman dan menarik,” tegasnya.

Pemkab Simalungun, lanjut Bupati, berkomitmen mendorong ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal. Dengan hadirnya restoran terapung ini, ia berharap akan tercipta peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, dan terwujudnya pengelolaan aset desa yang profesional dan berkelanjutan.

“Restoran ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah desa, serta menjadi ikon baru pariwisata Danau Toba di kawasan Ujung Saribu,” pungkas Anton Achmad Saragih.(RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com