Peringati Harganas ke-32, Pemkab Simalungun Gaungkan Program Cegah Stunting dan Gizi Gratis untuk Anak

161

SIMALUNGJN — Pemerintah Kabupaten Simalungun memeriahkan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 dengan melepas Kirab Bangga Kencana dan menyerahkan bantuan untuk keluarga berisiko stunting di 32 kecamatan.

Acara ini digelar di halaman Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Kamis (26/6/2025), dan dibuka langsung oleh Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih.

Dengan tema nasional “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, Harganas tahun ini menjadi momentum penguatan peran keluarga dalam pembangunan daerah. Kirab juga membawa panji Quick Win Program BKKBN, yang berfokus pada percepatan penurunan stunting serta pemberdayaan keluarga.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Esron Sinaga, Bupati menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Simalungun dalam menjalankan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah.

“Kami telah memetakan sejumlah sekolah dan dapur umum sebagai lokasi penerapan makan bergizi gratis agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas, menuju Indonesia Emas 2045,” sebutnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Gimrood Sinaga, dalam laporannya menjelaskan bahwa kirab ini merupakan bagian dari pelaksanaan Gebyar Quick Win BKKBN, yang dilaksanakan secara nasional pada 21–29 Juni 2025. Beberapa program andalan Quick Win antara lain:

– GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)

– GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)

– TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)

– SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya)

Menurut Gimrood, program-program tersebut merupakan strategi percepatan dalam penguatan keluarga serta pencegahan stunting yang bersifat berkelanjutan.

“Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi agar masyarakat memahami pentingnya peran keluarga sebagai agen perubahan sosial,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Darmawati menyampaikan apresiasi kepada para kader KB dan PKK yang telah bekerja di lapangan. Ia menyebut peringatan Harganas harus menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat.

“Kita harus terus belajar, mencari solusi dan bekerja sama untuk mendukung program-program pemerintah, terutama yang menyasar kesejahteraan keluarga,” ucap Darmawati.

Ia juga menegaskan bahwa penyuluh KB (PLKB) adalah ujung tombak BKKBN, yang perannya sangat krusial di lapangan. “Penyuluh KB adalah agen perubahan. Tugas mereka memang berat, tapi sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Pemkab Simalungun juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kecamatan yang dinilai terbaik dalam pengelolaan:SIGA (Sistem Informasi Keluarga),Kampung KB, Rumah Data Kependudukan dan Pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Selain itu juga dilakukan sosialisasi pendampingan keluarga berisiko stunting melalui program GENTING, GATI, dan KRS (Keluarga Risiko Stunting).(RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com