Bupati Simalungun: Semangat Jihad Para Santri Itu Lahir dari Keyakinan dan Cinta Tanah Air

87

SIMALUNGUN – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Simalungun berlangsung penuh semangat meski diguyur hujan deras. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Simalungun tetap berbaris rapi di halaman Pesantren Nurul Iman, Nagori Silou Dunia, Kecamatan Silou Kahean, Rabu (22/10/2025), menyimak amanat Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih yang menjadi inspektur upacara.

Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” Bupati Anton menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan disiplin para santri.

“Walaupun hujan, semangatnya luar biasa. Saya lihat para santri tetap tegap, baju putihnya tetap bersih meski basah. Inilah semangat juang yang harus dijaga,” ujarnya disambut sorak tepuk tangan peserta upacara.

Dalam pidatonya, Bupati Anton mengajak santri mengenang perjuangan para ulama dan santri tahun 1945 yang dipimpin Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.

Ia menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan sekadar politik, melainkan panggilan iman untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Laskar Hizbullah dan Sabilillah.

“Semangat jihad para santri itu lahir dari keyakinan dan cinta tanah air,” katanya.

Anton menekankan bahwa jihad di masa kini bukan lagi angkat senjata, melainkan jihad ilmu, moral, dan kemanusiaan. “Santri masa kini harus berjuang melawan kebodohan, kemalasan, dan berita bohong. Jihad kita adalah menebarkan kebaikan dan menjaga moral bangsa,” tegasnya.

Bupati juga berpesan agar para santri membangun karakter kuat dan berwawasan luas agar siap menghadapi tantangan global. “Dari tangan para santri inilah, kita berharap lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang berakhlak mulia dan membawa Indonesia menuju kemajuan,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Simalungun, Bahrum Saleh, turut mengingatkan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi berkarakter. “Mereka inilah calon penerus bangsa. Mari siapkan mereka dengan ilmu dan iman yang kuat agar siap memimpin negeri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ustadz Afriadi Al Tafseliyah menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Anton yang datang langsung ke pesantren di pelosok desa tersebut.

Acara ditutup dengan penampilan kreatif para santri, menambah kemeriahan peringatan Hari Santri Nasional yang sarat makna perjuangan dan cinta tanah air.(RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com