Demi Bansos, Warga Banjir Maredam Amarah di Kantor Camat

55

MEDAN – Puluhan ibu-ibu korban banjir dari Lingkungan 8, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan, terpaksa turun ke jalan mendatangi kantor camat, kemarin. Unjuk rasa mereka menyuarakan kekecewaan terhadap sikap Lurah Paya Pasir yang dinilai arogan, tak responsif dan diduga mengintimidasi warga.

Warga mengeluhkan Lurah yang jarang ada di kantor dan minim kepedulian. Ketegangan memuncak usai kunjungan Wali Kota Medan ke kawasan Siombak.

“Saat Pak Wali datang, kami sempat sampaikan keluhan. Mungkin Bu Lurah kesal karena kami langsung bicara ke atasan. Sejak itu, urusan bantuan kami diabaikan,” ungkap Sahdan, salah satu warga.

Politikus PKS Soroti Mentalitas Pelayanan Publik yang Rusak
Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Syaiful Ramadhan, menanggapi serius aksi tersebut. Politisi PKS itu menilai peristiwa ini adalah gambaran buruknya pelayanan publik di tingkat kelurahan dan telah mencoreng wajah Wali Kota Medan.

“Ini soal mentalitas pejabat yang lupa tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Ketidaksigapan lurah ini mencoreng muka Wali Kota yang selama ini berupaya merespon keluhan warga,” tegas Syaiful, Rabu (10/12/2025).

Ia mendesak Pemko Medan untuk bertindak cepat. “Evaluasi harus dilakukan. Rotasi jabatan bisa dipertimbangkan bila lurah tak mampu menjalankan amanah. Masyarakat korban banjir tidak boleh dibiarkan menderita karena kelalaian pejabat,” tambahnya.

Syaiful menekankan, wilayah terdampak banjir justru membutuhkan pelayanan ekstra dan perhatian penuh, bukan intimidasi dan pengabaian. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com