Digitalisasi Pajak Medan: Rico Waas Minta Layanan “Gak Bikin Pusing, Gak Kayak Cinta Bertepuk Sebelah Tangan”
MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas, mendorong terobosan baru dalam layanan pajak daerah dengan memastikan dua aplikasi anyar, Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office, benar-benar memudahkan masyarakat.
Ia menekankan, digitalisasi harus membawa transparansi dan kepastian tindak lanjut, bukan sekadar ganti platform.
“Jangan sampai masyarakat melapor tapi tidak ada kabar balik. Itu seperti cinta bertepuk sebelah tangan,” tegas Rico Waas dalam rapat persiapan peluncuran aplikasi di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (26/11/2025).
Pernyataan itu disampaikan menanggapi pemaparan Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, yang akan meluncurkan kedua aplikasi pada 2 Desember 2025 mendatang.
Apa Keunggulan Smart Tax Mobile?
Aplikasi ini dirancang sebagai “bank” pajak dalam genggaman. Masyarakat bisa bayar berbagai jenis pajak—mulai dari hotel, restoran, hiburan, parkir, listrik, hingga PBB—langsung dari ponsel. Fitur unggulannya, Lapor Bapenda, menjanjikan respons maksimal 1×24 jam untuk setiap pertanyaan, masukan, atau aduan.
Dukungan Penuh dari Smart Tax Office
Sementara untuk internal Pemko, Smart Tax Office akan memantau penerimaan pajak secara real-time dan mengelola data dengan lebih efisien. Sistem ini terintegrasi penuh dengan aplikasi masyarakat, memastikan data yang dikelola akurat dan transparan.
Rico Waas juga meminta penyempurnaan teknis, seperti:
· Integrasi pembayaran QRIS
· Tampilan aplikasi yang sederhana dan mudah digunakan
· Dashboard yang menampilkan data wajib pajak aktif, penunggak, dan realisasi penerimaan.
“Teknologi harus mempermudah pekerjaan, bukan membuatnya semakin rumit,” pungkasnya.
Dengan hadirnya dua aplikasi ini, Pemko Medan berharap dapat membangun kepercayaan publik yang lebih kuat melalui layanan pajak yang modern, transparan, dan responsif. (Rel)