Dua Pekan 21 Pelaku Tindak Pidana Ditembak Polrestabes Medan, Narkoba hingga Geng Motor Disikat Habis

109

MEDAN – Hanya dalam dua pekan, nyaris tiap hari polisi membidik kaki tangan kejahatan. Polrestabes Medan menembak 21 tersangka dalam tindakan tegas terukur.

Mereka adalah pelaku kejahatan jalanan, bandar judi, preman, dan pengedar narkoba yang dianggap membahayakan petugas.

Periode 4–18 Mei 2026 menjadi bulan bengis bagi para penjahat di Kota Medan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, memimpin langsung operasi massal. Hasilnya 143 kasus terungkap, 178 tersangka diamankan. Dari jumlah itu, 20 di antaranya residivis.

“Jika ada pelaku yang mengancam nyawa petugas, kami bertindak tegas terukur,” tegas Calvijn dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (19/5/2026).

Hadir mendampingi, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dandim 0201 Letkol Delli Yudha, serta jajaran Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba.

Rincian pengungkapan kasus:
· Kejahatan jalanan: 47 kasus, 67 tersangka
· Perjudian: 2 kasus, 6 tersangka
· Narkoba: 86 kasus, 100 tersangka → paling dominan

Tak hanya menembak, polisi juga memusnahkan 4 barak narkoba dalam dua minggu. Lokasinya Sunggal (2 barak), Medan Selayang (1), dan Medan Area (1). Barak-barak ini jadi sarang transaksi dan pemakaian sabu-sabu serta ekstasi.

Baca Juga : Tim MIT Jatanras Polda Sumut Bekuk 2 Residivis Curanmor, Sudah 20 Kali Beraksi di Medan & Deli Serdang

Satu pengungkapan yang paling menyita perhatian publik: Panglima Geng Motor NKB yang juga mengedarkan pod “Getar” berbahaya ditangkap. Selain itu, Satres Narkoba Polrestabes Medan membongkar home industri liquid pod vape mengandung narkoba.

Yang mengejutkan, Warga Negara Asing (WNA) terlibat dalam produksi ilegal ini. “Masih dalam penyelidikan, belum bisa kami rinci,” ujar Calvijn.

Kapolrestabes juga membeberkan tren positif: angka kejahatan di 100 hari kinerja tahap I turun 14%, tahap II turun 16%. Prestasi ini tak lepas dari peran aktif Polsek Medan Baru pimpinan Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, yang berhasil mengungkap 7 kasus curat (8 tersangka) dan 2 kasus curanmor (2 tersangka).

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang ikut hadir, memberi apresiasi tinggi. Namun ia mengingatkan, kejahatan tak akan mati.

“Dimana ada kesempatan, pasti ada upaya kejahatan. Forkopimda akan terus koordinasi, pecahkan satu per satu,” ujarnya.

Rico juga mengimbau masyarakat mengaktifkan kembali Poskamling dan Siskamling. “Saling jaga, saling awasi. Jangan ragu lapor petugas. Kami ingin terus hadir memberi pelayanan,” pungkasnya.

Medan mulai menunjukkan gigi. Tembak tegas, ungkap kasus besar, libatkan WNA sekalipun. Warga? Diminta ikut aktif menjaga lingkungan. Dalam dua pekan, 21 pelaku sudah merasakan peluru panas polisi. Siapa selanjutnya? (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com