Gagalnya Proyek Bisa Diperbaiki, Nyawa Melayang Tidak : Pemko Medan Galakkan K3 Lewat FGD Konstruksi

52

MEDAN – Bunyi benturan besi dan deru mesin konstruksi kerap memekakkan telinga. Namun, di balik gemuruh pembangunan Ibu Kota Sumut, terselip ancaman yang sering diabaikan tingginya angka kecelakaan kerja.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas SDABMBK mengambil langkah tegas dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) “Optimalisasi Pengawasan K3 pada Pekerjaan Konstruksi”, Selasa (11/11/2025).

Forum yang diikuti 120 pelaku industri—dari kontraktor, konsultan, pemerintah, hingga akademisi—ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah “mimbar darurat” untuk menyelamatkan nyawa para pekerja.

“Kita tidak bisa lagi memandang K3 sebagai biaya yang memberatkan. Setiap nyawa yang terluka adalah kegagalan kita bersama. K3 adalah investasi keberlangsungan proyek dan martabat kemanusiaan,” tegas Citra Effendi Capah, Asisten Ekbang Pemko Medan, yang membuka acara dengan penuh semangat.

Sambutannya menggugah, menekankan bahwa keselamatan harus jadi nafas pertama dalam setiap tahap pembangunan.

Fakta di Lapangan: Darurat K3 Konstruksi
Data yang diungkapkan Plt. Kadis SDABMBK, Gibson Panjaitan, mengonfirmasi urgensi acara ini. “Statistik menunjukkan, sektor konstruksi masih menjadi penyumbang signifikan kecelakaan kerja. Ini adalah alarm bagi kita semua. Keselamatan adalah hak dasar pekerja, dan ini adalah tanggung jawab kolektif,” serunya.

Gibson menambahkan, masalah di lapangan terlalu kompleks untuk diselesaikan satu pihak. Butuh sinergi, mulai dari bagaimana Pemko mengintegrasikan pengawasan yang lebih ketat, hingga komitmen riil dari kontraktor dan pengawas proyek di lapangan.

Mencari Solusi, Merajut Kolaborasi
FGD ini bertujuan memecah sekat-sekat kewenangan. Hadirnya perwakilan Kementerian PUPR, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi, DPRD, dan Dewan K3 membuktikan komitmen lintas sektor. Diskusi difokuskan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang “nyata dan aplikatif”, bukan hanya wacana.

“Kita perlu formula yang tepat. Bagaimana pengawasan bisa optimal dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pasca proyek. Sinergi adalah kuncinya,” jelas Gibson.

Tak hanya diskusi, acara juga diisi dengan pameran advokasi K3 yang menampilkan newsletter, brosur, hingga video yang menunjukkan pentingnya budaya safety di tempat kerja sebuah upaya untuk mengubah mindset.

Dengan ditutupnya FGD, harapan baru digantungkan. Medan yang sedang tumbuh pesat harus bisa menjadi contoh kota yang membangun dengan prinsip “zero accident”, karena di setiap proyek, yang dipertaruhkan bukan hanya dana dan waktu, tetapi nyawa manusia. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com