Banjir Bandang Terjang Tapteng, Gubernur Bobby Nasution Turun Gunung: “Kita Siapkan Huntap dan Bantuan Langsung!”

156

TAPTENG – Kepedulian terhadap rakyat kecil kembali ditunjukkan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Di tengah guyuran hujan dan lumpur sisa bencana, orang nomor satu di Provinsi Sumut ini tak ragu mencemplungkan diri ke lokasi paling parah terdampak banjir di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (18/2/2026).

Bukan sekadar seremoni, kedatangannya adalah untuk mendengar langsung degup jantung para penyintas bencana.

Didampingi rombongan terbatas, Bobby yang akrab disapa Bang Bobby itu menyusuri permukiman yang porak-poranda.

Pemandangan memilukan terhampar di depan mata rumah-rumah warga tak hanya terendam, namun ada yang mengalami kerusakan struktural parah, bahkan beberapa di antaranya bergeser dari fondasi aslinya.

Air bah yang meluap dari Sungai Lopian membawa material dan kekuatan dahsyat yang menyapu apa saja di hadapannya.

“Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Karena ada kategori kerusakannya, ringan, sedang atau berat. Untuk beberapa titik yang terdampak, sudah kita tinjau langsung,” ujar Bobby dengan nada prihatin saat menyapa warga yang tengah bergotong royong membersihkan lumpur dan puing-puing rumah mereka.

Raut duka tak terbendung dari para korban. Bagi sebagian warga, ini bukan kali pertama mereka berhadapan dengan amukan alam.

Baca Juga : Inovasi Atasi Banjir: Sedimen Disulap Jadi Tanggul, Tito Karnavian Apresiasi Kinerja Bobby Nasution di Tapteng

Trauma mendalam masih membekas dari peristiwa serupa yang melanda wilayah lain di Sumut pada November 2025 lalu. Kini, sejarah pilu itu terulang kembali. Bapak-bapak dengan mata sembab, ibu-ibu yang menggendong bayi di posko pengungsian, serta anak-anak yang kehilangan tempat bermain, menjadi potret nyata duka Tapteng.

Mendengar curahan hati warga yang kehilangan tempat berteduh, Gubernur berlinang menahan haru. Dengan tegas, ia berdiri di tengah warga memberikan afirmasi yang ditunggu-tunggu: kepastian bantuan. Pemerintah tidak tinggal diam.

“Jangan khawatir, Bapak dan Ibu. Bantuannya kita siapkan. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten akan bergerak bersama. Termasuk dalam penanganan infrastruktur dan penyediaan hunian tetap (huntap),” janji Bobby di hadapan warga yang langsung mendapat sambutan rasa syukur.

Tak hanya itu, mantan Wali Kota Medan ini juga memberikan kemudahan akses bantuan finansial. Ia memastikan seluruh korban akan menerima bantuan melalui rekening Bank Sumut untuk menghindari potensi masalah administrasi.

“Untuk Bapak Ibu nanti pakai rekening Bank Sumut. Kalau belum punya, biar kami yang buatkan atas nama siapa. Pasti dipermudah,” imbuhnya, memastikan tak ada satu pun penyintas yang tertinggal.

Dalam kunjungan kerja yang berlangsung intensif itu, Bobby menekankan pentingnya data yang valid sebagai dasar penanganan bencana yang tepat sasaran.

Ia meminta jajaran pemerintah dari tingkat dusun, desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk segera merampungkan pendataan faktual.

“Kita minta supaya data masyarakat yang terdampak bencana segera bisa kita terima dari kabupaten. Proses penanganan bencana sudah ada skemanya, yakni Rencana Rekonstruksi, Rehabilitasi Pascabencana (R3P). Dengan data yang akurat, penanganan bisa cepat dan tepat,” tegasnya dengan nada instruktif.

Senada dengan Gubernur, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu yang turut mendampingi melaporkan bahwa banjir yang terjadi pada Senin (16/2/2026) lalu tidak hanya melanda Kecamatan Badiri, tetapi juga beberapa kecamatan lain.

Di Kecamatan Tukka, dampaknya bahkan lebih parah karena menyebabkan pemadaman listrik total yang melumpuhkan aktivitas warga selama berjam-jam.

Usai memastikan penanganan darurat berjalan, Gubernur Bobby segera bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Langkah ini diambil untuk memastikan percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi, mengingat bencana serupa dalam skala besar juga terjadi di sejumlah daerah di Sumut pada akhir tahun lalu.

Kehadiran Gubernur di tengah puing-puing rumah warga bukan hanya tentang kebijakan, tapi tentang kehadiran hati. Rakyat Tapteng kini tak hanya berhadapan dengan banjir, namun juga dengan harapan baru. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com