Gubsu Luncurkan 33 Bus Gratis Layani 1.008 Siswa di Lima Kabupaten

356

ASAHAN – Sebanyak 1.008 siswa di lima kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) mendapat dukungan transportasi melalui 33 unit bus perintis yang diluncurkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. Program ini menyasar pelajar yang tinggal jauh dari sekolah dan terkendala biaya maupun akses transportasi.

Peluncuran armada dipusatkan di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026). Empat kabupaten penerima lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Lima daerah penerima tahap awal program tersebut adalah Asahan, Nias Utara, Padang Lawas Utara (Paluta), Samosir, dan Batu Bara. Nias Utara mendapat sembilan unit bus, sedangkan Asahan, Paluta, Samosir, dan Batu Bara masing-masing memperoleh enam unit.

Bobby mengatakan, layanan ini diprioritaskan bagi siswa yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah, terutama di daerah dengan akses transportasi terbatas.

 

Ia mencontohkan kondisi sejumlah pelajar di Asahan yang harus menempuh jarak sekitar 15–20 kilometer menuju sekolah. Sebelum layanan tersedia, sebagian siswa bahkan terpaksa menumpang kendaraan bak terbuka atau truk pengangkut hasil perkebunan.

Baca Juga; Gubsu Siapkan Modifikasi Cuaca Atasi Asap Karhutla

“Yang kita prioritaskan adalah bus ini untuk melayani anak-anak yang jarak sekolahnya lebih dari 15 sampai dengan 20 kilometer. Jarak ini kami rasa jauh untuk anak-anak mengakses sekolah mereka,” ujar Bobby.

 

Menurutnya, keberadaan bus perintis diharapkan membuat perjalanan siswa lebih aman dan nyaman. Pelajar juga tidak perlu lagi bergantung pada kendaraan pengangkut hasil perkebunan untuk mencapai sekolah.

 

Pemprov Sumut membuka peluang memperluas program ke lima kabupaten lainnya. Namun, penambahan armada akan mempertimbangkan kebutuhan transportasi pelajar dan kesiapan infrastruktur di wilayah sasaran.

 

Bobby menegaskan, daerah yang membutuhkan layanan transportasi tetapi belum memiliki infrastruktur memadai tetap perlu mendapat perhatian. Kebutuhan pembangunan infrastruktur akan menjadi pertimbangan sebelum pemerintah menambah layanan serupa.

 

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yudha P Setiawan, menjelaskan, layanan tersebut dirancang untuk menjangkau siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Titik penjemputan akan ditempatkan di lokasi yang dekat dengan permukiman siswa agar akses menuju kendaraan lebih mudah.

 

Secara operasional, layanan direncanakan menempuh jarak total 60 kilometer per hari, mencakup perjalanan mengantar siswa pada pagi hari serta menjemput mereka pada siang atau sore hari.

 

Jenis kendaraan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Asahan, Batu Bara, dan Paluta menggunakan Toyota Hiace, Samosir menggunakan Isuzu Elf, sedangkan Nias Utara menggunakan Suzuki Carry.

 

Yudha menjelaskan, program ini menggunakan skema buy the service (BTS). Melalui skema tersebut, pemerintah membayar layanan berdasarkan jarak tempuh kendaraan, bukan membeli atau menyewa armada secara langsung.

 

“Jadi untuk bus kita tidak beli, kita tidak sewa. Kita hanya membayar per kilometer,” jelasnya.

 

Tarif layanan yang disebutkan mencapai Rp11.300 per kilometer. Penyedia layanan bertanggung jawab atas operasional kendaraan, termasuk pemeliharaan, pengemudi, dan bahan bakar. Pembayaran juga mempertimbangkan kualitas pelayanan yang diberikan.

 

Dishub Sumut menyiapkan konsultan pengawas untuk mengevaluasi layanan. Kondisi kendaraan, kebersihan, serta kepatuhan pengemudi terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi aspek penilaian yang dapat memengaruhi pembayaran.

 

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi bantuan enam unit kendaraan untuk pelajar di wilayahnya. Armada tersebut akan ditempatkan pada rute yang selama ini menyulitkan siswa menjangkau sekolah.

 

Tiga unit direncanakan melayani pelajar dari Desa Padang, Kecamatan Silau Laut, yang harus menempuh perjalanan sekitar 15–20 kilometer. Sebelumnya, sebagian siswa menggunakan sepeda motor dan melintasi jalan nasional yang rawan kecelakaan.

 

Tiga unit lainnya disiapkan untuk membantu pelajar yang bersekolah di kawasan Kisaran dengan jarak perjalanan mencapai sekitar 20 kilometer.

 

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Gubernur atas bantuan angkutan bagi anak-anak sekolah. Ini sangat membantu anak-anak kami agar bisa mengikuti pendidikan di sekolah yang jauh dari permukiman,” ujar Taufik.

 

Pemprov Sumut berharap program bus perintis dapat mengurangi hambatan transportasi yang dihadapi pelajar, sekaligus menekan pengeluaran keluarga untuk biaya perjalanan. Dengan begitu, akses menuju sekolah diharapkan semakin mudah dan anggaran keluarga dapat dialihkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya. (FD)