Harga Cabai Merah Sumut Ambruk Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg Usai Intervensi TPID

287

MEDAN — Kabar baik datang bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM di Sumatera Utara. Gebrakan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) membuahkan hasil nyata.

Harga dua komoditas penyumbang inflasi utama, cabai merah dan daging ayam potong, berhasil dijinakkan di angka yang jauh lebih ramah kantong.

Dalam operasi pasar yang digelar serentak di sejumlah titik strategis di Kota Medan dan sekitarnya, Senin (12/10/2026), TPID Sumut tidak hanya memantau, tetapi langsung melakukan intervensi harga.

Hasilnya? Harga cabai merah yang sempat melambung tinggi di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram, kini dipatok menjadi Rp55.000/kg.

Begitu pula dengan daging ayam potong, yang sebelumnya menghantui konsumen di level Rp40.000-Rp50.000/kg, kini turun drastis menjadi Rp35.000/kg.

Keberhasilan ini bukan tanpa strategi. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menjelaskan bahwa pihaknya memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi biang kerok mahalnya harga.

Baca Juga : BREAKING: Aksi Nyata Pemprovsu Tekan Inflasi, Harga Cabai Merah Anjlok!

TPID menyalurkan cabai merah yang dipasok langsung dari kelompok petani ke pasar-pasar sasaran.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan stabilitas harga. Hari ini, TPID bersama pemangku kepentingan lainnya melaksanakan intervensi cabai merah dan daging ayam,” ujar Dedi di sela monitoring di Pasar Sukaramai, Medan.

Langkah ini merupakan instruksi langsung Gubernur Bobby Nasution untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah gejolak harga pangan.

Tidak tanggung-tanggung, kolaborasi lintas sektor pun dilakukan, melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Pertapang), Biro Perekonomian, PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut, Bank Indonesia, hingga BPS Sumut.

Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu, mengungkapkan bahwa pihaknya mendistribusikan hampir satu ton cabai merah segar dari petani dalam operasi pasar kali ini. Menurutnya, cabai dan ayam adalah “biang inflasi” yang harus segera diatasi.

“Kami akan terus melakukan kegiatan seperti ini untuk menjaga daya beli masyarakat lewat kolaborasi aktif,” tegas Swangro. Pasar-pasar yang menjadi sasaran intervensi meliputi Pasar Sukaramai, Pasar Palapa (Brayan), Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Delitua, Pasar Tanjung Morawa, dan Pasar Kampung Lalang.

Penurunan harga ini disambut syukur oleh para pedagang. Rahmiyati (60), pedagang cabai senior yang telah berjualan selama 35 tahun di Pasar Sukaramai, berharap harga stabil ini tidak hanya bertahan sehari.

“Kami berharap harga ini tetap stabil. Petani tidak rugi, pedagang seperti kami enak menjualnya, masyarakat pun tetap bisa membeli,” harapnya penuh harap.

Senada dengan itu, Siti Khadijah, pedagang ayam potong, memohon agar pemerintah terus mengawal harga. “Mudah-mudahan jangan sifatnya sementara. Kalau Rp35 ribu/kg ini sudah standar, tolong jangan naik lagi,” pintanya.

Intervensi ini bukan sekadar operasi pasar sesaat. Dedi menegaskan, pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan hingga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Natal dan Tahun Baru (Nataru) Desember mendatang.

TPID Sumut berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat Sumut tetap aman.

Dengan langkah konkret ini, Sumut membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, bank sentral, dan pelaku pasar mampu menjadi solusi nyata di tengah tantangan ekonomi. Warga Medan pun kini bisa bernapas lega, setidaknya untuk urusan dapur. (FD/Rel)