Malam Penuh Berkah: Wali Kota Rico Waas Gelar Tarawih Perdana, Warga Medan Selayang Banjir Haru
MEDAN – Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan pada Minggu (22/2/26) malam.
Di malam kelima bulan suci Ramadhan yang penuh ampunan ini, Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk pertama kalinya memimpin langsung agenda Salat Tarawih berjamaah bersama jajaran Kecamatan Medan Selayang.
Kehadiran orang nomor satu di Pemko Medan ini disambut antusias oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan ibu-ibu majelis taklim yang telah memadati pendopo sejak sebelum azan Isya berkumandang.
Momen ini bukan sekadar ritual ibadah tahunan. Lebih dari itu, kehadiran Rico Waas di tengah warganya menjadi simbol eratnya tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Sejak memasuki area pendopo, Rico tampak akrab menyapa para tamu undangan, sesekali berhenti untuk berbincang hangat dengan para sesepuh dan tokoh pemuda Medan Selayang. Gaya kepemimpinan yang merakyat ini langsung menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental.
Sebelum memulai rangkaian Salat Tarawih, seluruh jamaah dengan khusyuk menunaikan Salat Isya berjamaah. Dalam formasi saf yang rapat, tampak para pejabat utama di lingkungan Pemko Medan turut hadir, berdiri sejajar dengan masyarakat.
Mereka bersama-sama mengikuti lantunan ayat suci yang dipimpin oleh Imam, Ustad H. Ahmad Muhajir, S.Pd.I., yang suaranya mendayu-dayu memenuhi ruangan pendopo, menciptakan suasana kian syahdu dan damai.
Setelah rangkaian salat Tarawih yang 20 rakaat dengan 3 rakaat witir rampung, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiah Ramadhan yang dinanti-nantikan.
Pada kesempatan ini, mimbar diisi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Medan Selayang, Al Ustad H. Komaruddin Sagala.
Dalam tausiahnya yang menggugah, Ustad Komaruddin menyampaikan tema yang sangat relevan bagi umat Muslim di awal Ramadhan, yaitu tentang “Golongan Manusia yang Dirindukan Allah SWT”.
Ia menjelaskan bahwa di antara sekian banyak hamba-Nya, ada dua golongan yang sangat dirindukan oleh Allah di bulan yang mulia ini.
Pertama, adalah mereka yang tekun membaca Al-Qur’an. “Bukan sekadar membaca, tetapi mentadaburi dan menghidupkan Al-Qur’an dalam setiap helaan napas di bulan penuh berkah ini.
Betapa mulianya orang-orang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai teman di waktu sahur dan petang,” ujar Ustad Komaruddin.
Kedua, adalah mereka yang mampu menjaga lisannya. “Ramadhan adalah madrasah bagi kita untuk melatih diri. Orang yang dirindukan Allah adalah mereka yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mampu menahan lisannya dari perkataan sia-sia, dari ghibah, dan dari segala ucapan yang tidak baik. Ia hanya berbicara yang baik-baik atau lebih baik diam,” tambahnya.
Pesan ini pun mendapat sambutan hangat dan diamini oleh seluruh jamaah yang hadir.
Wali Kota Rico Waas mengungkapkan bahwa kegiatan Salat Tarawih keliling atau “Tarawih On The Road” ini adalah program rutin Pemko Medan yang akan terus digalakkan selama Ramadhan.
“Ini adalah momentum kita untuk terus menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat ukhuwah islamiyah. Saya ingin merasakan langsung denyut nadi kehidupan beragama di masyarakat, sekaligus memastikan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka,” ujar Rico Waas usai acara.
Acara yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Warga Medan Selayang yang hadir mengaku senang dan terharu bisa beribadah langsung berdampingan dengan Wali Kota mereka.
“Semoga kebersamaan ini menjadi berkah bagi Kota Medan dan seluruh warganya,” ucap salah seorang ibu pengajian dengan mata berbinar. (Rel)