Bobby Nasution Luncurkan Program Sekolah Gratis 2026 untuk Nias & Daerah Bencana, Didukung Revitalisasi Rp852 Miliar

107

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) secara resmi meluncurkan program sekolah gratis bagi siswa SMA dan SMK di wilayah terdampak bencana dan Kepulauan Nias, mulai tahun ajaran 2026.

Inisiatif ini diumumkan langsung oleh Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam acara peresmian bantuan revitalisasi satuan pendidikan yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu’ti.

Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan penyerahan bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMK Negeri 7 Medan, Minggu (4/1/2026). Pada kesempatan itu, Gubernur Bobby Nasution mengumumkan program sekolah gratis untuk menanggapi kondisi darurat pasca-bencana dan kesenjangan di daerah tertinggal.

Program ini diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, dengan dukungan penuh dan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dikdasmen pimpinan Abdul Mu’ti.

Program sekolah gratis akan efektif berlaku mulai Tahun Ajaran 2026, bersamaan dengan dimulainya semester genap. Penanganan darurat pendidikan di sekolah terdampak bencana sudah berjalan untuk memastikan KBM tetap lancar.

Program sekolah gratis akan menjangkau:
1. Seluruh SMA dan SMK di Kepulauan Nias (sebagai daerah tertinggal yang menjadi prioritas).
2. Daerah terdampak bencana seperti Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga.
Selain itu, revitalisasi dan digitalisasi menyasar 897 satuan pendidikan di seluruh Sumut.

Mengapa program ini penting?

Program ini diluncurkan sebagai respons cepat terhadap bencana alam yang melanda Sumut di awal 2026, di mana 50 SMA/SMK terdampak banjir dan longsor.

Tujuannya adalah menjamin keberlangsungan pendidikan, mengurangi beban ekonomi masyarakat di wilayah rentan, dan membangun SDM unggul sebagai kontribusi terhadap Generasi Indonesia Emas 2045.

Implementasi

1. Bantuan Operasional: Pemberian sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK di wilayah target.
2. Revitalisasi Fisik: Pemerintah pusat mengalokasikan Rp852 miliar untuk merevitalisasi 897 satuan pendidikan (PAUD hingga SMK) di Sumut.
3. Digitalisasi: Sebanyak 1.778 papan interaktif digital telah dibagikan untuk mendukung pembelajaran modern di semester genap 2026.
4. Sinergi Pemerintah: Kolaborasi strategis antara Pemprov Sumut dan Kementerian Dikdasmen untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution menegaskan kami mengambil langkah cepat untuk menjamin pendidikan di tengah bencana. Di Nias, kami akan membangun sekolah unggulan dan sekolah rakyat untuk mendukung visi Presiden.

Menteri Abdul Mu’ti menambahkan, dukungan pusat ini bagian dari komitmen nasional menyukseskan pembangunan SDM.

“Anggaran revitalisasi nasional Rp16,9 triliun untuk 16 ribu sekolah. Harapan kami, termasuk bantuan digital di Sumut, bisa dimanfaatkan maksimal,” pungkasnya.

Dengan langkah konkret ini, pendidikan di Sumut diharapkan semakin terjangkau, modern, dan siap mencetak generasi penerus yang kompetitif. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com