Miliaran Terbuang,Banjir Tetap Melanda: Datuk Iskandar Muda Desak Audit Teknis Proyek Pengendalian Banjir Medan!
MEDAN – Meski anggaran digelontorkan, banjir tahunan di Medan tak kunjung reda. Menanggapi hal ini, anggota Komisi IV DPRD Medan dari PKS, Datuk Iskandar Muda, mendesak audit teknis menyeluruh terhadap semua proyek pengendalian banjir di kota itu.
Ia menilai berbagai infrastruktur seperti kolam retensi, U-ditch, dan drainase yang dibangun pemerintah belum bekerja optimal, bahkan disebut “tidak terhubung” satu sama lain.
Dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRD Medan belum lama ini Datuk Iskandar mengkritik tajam efektivitas proyek-proyek tersebut.
“Kolam retensi senilai puluhan miliar belum mampu menahan puncak banjir. Pemasangan U-ditch parsial dan tidak terintegrasi dengan drainase utama. Bukan kurang proyek, tapi proyeknya tidak terhubung,” tegasnya.
Menurut politisi muda ini, akar masalahnya adalah tata kelola yang buruk perencanaan tidak terintegrasi, sedimentasi dan sampah menumpuk, pembebasan lahan tersendat, dan koordinasi antar-instansi yang lemah.
Ia mendesak Pemko Medan untuk segera bertindak, mulai dari normalisasi sungai, operasi pompa darurat, hingga penertiban pembuangan sampah. “Kalau tidak dibenahi, kerugian masyarakat terus berulang dan kepercayaan publik akan turun,” tandasnya.
Datuk menekankan, solusi teknis sebenarnya ada. Namun, tanpa perencanaan terpadu dan koordinasi solid, Medan hanya akan terus berputar dalam lingkaran banjir yang sama.
Hasil audit teknis yang ia dorong diharapkan bisa menjadi peta jalan perbaikan yang transparan, agar anggaran publik benar-benar membawa manfaat, bukan sekadar proyek yang mangkrak. (Rel)