Ratusan Warga Damanik Hadiri Patappei Sihilap TDBP Siantar–Simalungun

48

SIANTAR – Ratusan masyarakat marga Damanik menghadiri acara Patappei Sihilap Tumpuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar–Simalungun di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sabtu (29/11/2025).

Acara tersebut digelar sebagai upaya memperkuat ikatan kekeluargaan dan merawat identitas budaya Suku Simalungun.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih hadir dan menyampaikan bahwa kebersamaan semacam ini menjadi pengingat bahwa nilai persatuan harus terus dijaga di tengah dinamika pembangunan.

“Budaya yang kuat akan melahirkan karakter masyarakat yang kuat,” tegasnya.

Bupati menyampaikan pemerintah daerah terus meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan yang berorientasi kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan potensi budaya.

Ia mengajak keluarga besar Damanik untuk berperan aktif bersama pemerintah. Bupati juga berharap pengurus TDBP semakin kuat dan mampu menjaga martabat serta kearifan budaya, sekaligus mengingatkan pentingnya dukungan bagi korban banjir bandang di wilayah Tapanuli.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan dan menilai pertemuan besar tersebut turut memperkuat identitas budaya. Wesly menekankan relevansi “poda-poda” Simalungun sebagai pedoman sosial dalam membangun masyarakat yang harmonis.

“Poda-poda itu bukan sekadar filosofi budaya. Ia adalah modal sosial yang akan membawa Pematangsiantar menjadi kota yang sehat, kreatif, harmonis, dan penuh persaudaraan,” ujarnya.

Ketua Umum TDBP Indonesia Irjen Pol (Purn) Maruli Wagner Damanik menyampaikan bahwa kehadiran generasi muda menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia menyebut TDBP tidak hanya bergerak dalam pelestarian budaya tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial.

Ketua TDBP Siantar–Simalungun Satben Rico Damanik menyatakan bahwa kegiatan Harungguan Bolon, Patappei Sihilap, dan Marsombuh Sihol menjadi momentum untuk menyatukan ribuan keturunan Damanik dari berbagai daerah.

Menurutnya, Marsombuh Sihol yang berarti melepas rindu menjadi inti kegiatan untuk mempererat hubungan keluarga.

“Patappei Sihilap bukan hanya nostalgia, melainkan juga komitmen untuk merawat identitas dan memperkuat fondasi sosial budaya yang telah diwariskan ratusan tahun lalu,” ungkapnya. (RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com