Sumut Tuntaskan Revolusi Digital di Sekolah! 100% SMA, SMK, dan SLB Kini Terhubung Listrik & Internet
MEDAN – Sebuah terobosan besar berhasil dicatat oleh dunia pendidikan Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan konferensi pers yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, seluruh sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut kini telah 100% teraliri listrik dan internet!
Pencapaian ini merupakan langkah konkret Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam memacu digitalisasi pendidikan dan menciptakan kesetaraan akses teknologi bagi seluruh pelajar, tanpa terkecuali di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Strategi Cerdas Penuhi Akses: Dari PLTS hingga Starlink
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, membeberkan strategi jitu di balik pencapaian ini. Timnya menyesuaikan solusi dengan kondisi geografis:
· Daerah tanpa jaringan listrik: Dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Total 7 sekolah telah mendapat pasokan listrik mandiri dari matahari.
· Daerah dengan jaringan listrik: Dilakukan perbaikan instalasi (25 sekolah) dan penambahan daya (21 sekolah) berkolaborasi dengan PLN.
· Daerah tanpa infrastruktur internet: Disediakan akses internet satelit Starlink, terutama untuk wilayah 3T. Pada 2025 saja, 163 sekolah telah dipasang jaringan internet.
“Mustahil kita lakukan digitalisasi pendidikan kalau tools-nya belum memadai. Dengan akses yang memadai, proses belajar digital jadi lebih interaktif dan menciptakan kesetaraan penguasaan teknologi,” tegas Alexander.
Dampak Luas: Guru & Siswa Melek Teknologi, Kualitas Pendidikan Terangkat
Inisiatif ini bukan sekadar penyediaan infrastruktur. Tujuannya lebih mulia:
1. Meningkatkan kualitas guru dan siswa.
2. Menghapus kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan daerah 3T.
3. Mewujudkan generasi muda Sumut yang melek teknologi dan siap bersaing di era digital.
Bonus Kabar Gembira: Program Sekolah Gratis (PUBG) Senilai Rp43 Miliar Segera Dimulai!
Tak berhenti di infrastruktur, Pemprov Sumut juga akan meluncurkan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Program ini merupakan bentuk perhatian khusus untuk daerah yang membutuhkan:
· Lokasi Pelaksanaan: Awalnya di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias, kemudian diperluas ke lima wilayah terdampak bencana, yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.
· Besaran Anggaran: Total Rp43 miliar telah dialokasikan.
· Rp21 miliar untuk 41 ribu siswa di Kepulauan Nias.
· Rp22 miliar untuk 51 ribu siswa di lima daerah terdampak bencana.
· Mekanisme: Dana akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah berdasarkan Pergub yang sedang disusun.
Dengan komitmen kuat menyediakan infrastruktur digital dan dukungan finansial, pendidikan di Sumut sedang menuju era baru yang lebih setara, modern, dan berkualitas. (Rel)