Tak Cuma TKD 2026 Naik! Sumut Raih Keringanan Anggaran & Relaksasi Pinjaman untuk Pulihkan Bencana
MEDAN – Provinsi Sumatera Utara mendapatkan paket stimulus lengkap dari Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan pascabencana!
Tak sekadar penambahan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) di tahun 2026, Sumut juga memperoleh kemudahan penyaluran anggaran, fleksibilitas penggunaan dana tanggap darurat, hingga relaksasi syarat pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Paket kebijakan istimewa ini diumumkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Rabu (21/1/2026). Tito menekankan agar dana segera turun ke daerah agar proses pemulihan bisa berjalan cepat.
“Saya harap ini cepat disalurkan sehingga daerah-daerah yang terdampak bisa segera bergerak,” tegas Tito secara virtual dari Jakarta.
Baca Juga : APBD Medan 2026 Disahkan, Fokus Efisiensi dan Beasiswa 20.000 Siswa
Kebijakan strategis ini berawal dari usulan Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang mewakili gubernur daerah terdampak. Hebatnya, manfaat penambahan TKD 2026 ini diperluas tidak hanya untuk kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor November lalu, tetapi untuk SELURUH kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat.
“Yang terdampak gunakan untuk pemulihan. Yang tidak terdampak, seperti Nias dengan inflasi tinggi, bisa gunakan untuk mitigasi dan pemulihan ekonomi,” jelas Tito.
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Keuangan. Dirjen Perimbangan Keuangan, Askolani, menyebut total TKD yang telah disalurkan mencapai Rp3,35 triliun, dengan sisa sekitar Rp8,2 triliun akan segera dicairkan. Ia mendorong Pemda segera menyiapkan rencana kegiatan agar dana berdampak cepat bagi masyarakat.
Kebijakan komprehensif ini menunjukkan komitmen solid pemerintah pusat dan daerah, dengan kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, untuk membangkitkan kembali perekonomian Sumut pascabencana.
Fleksibilitas penggunaan dana menjadi kunci agar setiap daerah dapat menangani prioritasnya, baik rehabilitasi infrastruktur, bantuan sosial, maupun stimulasi ekonomi.
Dengan anggaran yang lebih besar, prosedur yang lebih ringkas, dan akses pinjaman yang lebih mudah, percepatan pemulihan Sumut dipastikan lebih optimal. Inilah momentum untuk membangun Sumut yang lebih tangguh! (Rel)