Masuk Nominasi Kemendagri 2026, Strategi Entrepreneur Government ala Rico Waas: Dari Pajak Digital hingga BLUD Puskesmas Tembus Investasi Rp14,5 Triliun

92

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi membawa Kota Medan masuk nominasi penerima penghargaan bergengsi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2026.

Bukan tanpa alasan strategi Entrepreneur Government melalui skema Creative Finance (Pembiayaan Kreatif) yang dipaparkannya berhasil menyedot perhatian para dewan juri.

Dalam rapat penilaian virtual dari Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026), Rico Waas dengan lugas membeberkan sederet terobosan yang tak biasa. Di hadapan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, ia menunjukkan bagaimana Pemko Medan bertransformasi.

Digitalisasi Pajak Daerah: Real Time & Anti Ribet

Medan kini punya Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office. Warga bisa daftar, lapor, bayar pajak semua real time. Bahkan, lewat aplikasi Lapor Bapenda, aduan pajak langsung ditindaklanjuti.

Tak cukup digital, gerakan offline seperti Pojok PBB, Samsat Keliling, hingga layanan Drive Thru juga digencarkan.

BLUD Seluruh Puskesmas: Berani Banget!

Setelah sukses merevitalisasi RS Pirngadi, Rico Waas mengambil kebijakan paling berani: seluruh Puskesmas di Medan kini berstatus BLUD.

Baca Juga : Kemendagri Puji Kondusivitas Sumut, Gubernur Bobby Siap Galakkan Siskamling

Artinya, setiap puskesmas punya fleksibilitas mengelola anggaran sendiri. Dampaknya? Pelayanan lebih prima, kreatif, dan cepat.

Investasi Tembus Rp14,5 Triliun: Melebihi Target 2 Kali Lipat!

Target investasi Medan di 2025 “hanya” Rp7,6 triliun. Nyatanya? Tembus Rp14,5 triliun! Capaian fenomenal ini diyakini akan menjadi mesin ekonomi utama warga Medan di 2026–2027.

Tiga BUMD unggulan (PUD Pasar, Pembangunan, Rumah Potong Hewan) kini jadi motor ekonomi, termasuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Sirkulasi uang di masyarakat pun ikut berputar kencang.

Optimalisasi aset daerah lewat digitalisasi dan kerja sama pihak ketiga. CSR kini terintegrasi digital agar tepat sasaran.

Tak berhenti di situ, ke depan layanan perizinan, kependudukan, hingga pengaduan masyarakat akan didukung kecerdasan buatan (AI).

Menariknya, setiap pertanyaan tajam tim penilai langsung dijawab lugas oleh Rico Waas, didampingi Sekda Wiriya Alrahman dan jajaran.

Dirjen Agus Fatoni pun menegaskan, Medan jadi salah satu nominasi terbaik se-Sumatera. Penilaian mencakup 7 indikator: Pajak Daerah, Retribusi, BUMD, CSR, Barang Milik Daerah, BLUD, SPBE, SIPD, hingga LKPD.

Kesimpulannya? Medan tak hanya siap. Medan memimpin. Dan strategi Entrepreneur Government ala Rico Waas ini layak ditiru kota-kota lain di Indonesia. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com