Wahdi Azmi Bersinar di PDHI Awards 2025: Inspirasi Baru untuk Konservasi Satwa Liar

289

JAKARTA – Malam penghargaan PDHI Awards 2025 yang digelar di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Sabtu (11/1/2025) menjadi momen gemilang bagi Wahdi Azmi. Dokter hewan yang dikenal atas dedikasinya dalam konservasi satwa liar ini dianugerahi Public Service (Non-Government) Award atas kiprahnya dalam melestarikan gajah dan mengabdi pada masyarakat.

Dalam pidatonya yang penuh inspirasi, Wahdi menyerukan pentingnya kolaborasi untuk melindungi satwa liar Indonesia, khususnya gajah.

“Saya terinspirasi oleh langkah Presiden Prabowo, yang melalui sektor swasta mengalokasikan konsesinya untuk melindungi koridor gajah. Ini adalah contoh luar biasa yang perlu diikuti oleh pihak lain untuk memastikan keberlanjutan habitat gajah sebagai warisan alam Indonesia,” ujar Wahdi, yang mendapat tepuk tangan meriah dari hadirin.

Prestasi ini semakin lengkap dengan keberhasilan drh Patrick Flagellata, alumni FKH Universitas Syiah Kuala (USK), yang menjadi runner-up di kategori Animal Health and Welfare Award. Keduanya membuktikan bahwa kontribusi dokter hewan Indonesia tak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan hewan.

PDHI Awards: Selebrasi Apresiasi dan Kolaborasi

Ajang PDHI Awards 2025 yang bertepatan dengan HUT ke-72 Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia menjadi gelaran istimewa, mempertemukan para pelopor, inovator, dan pendukung dunia veteriner. Ketua panitia, drh Mirjawal, mengungkapkan bahwa acara ini adalah wujud penghormatan bagi insan veteriner sekaligus upaya mempererat silaturahmi antarprofesi dan stakeholder.

“Ini adalah kali pertama PB PDHI mengadakan penghargaan seperti ini. Kami ingin memberikan apresiasi nyata kepada mereka yang berkontribusi luar biasa, sekaligus menciptakan ruang untuk saling berbagi inspirasi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor, sangat berarti dalam kesuksesan acara ini,” jelas Mirjawal.

Ajang ini juga memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh di luar profesi dokter hewan yang berkontribusi besar. Salah satunya adalah Hashim Djojohadikusumo, yang mengaku terkesan dengan fokus acara ini pada pelestarian satwa liar. “Saya sangat kagum, karena banyak penerima penghargaan berasal dari kalangan praktisi konservasi. Ini memperluas pemahaman saya akan peran dokter hewan dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi satwa liar,” katanya.

Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Transmigrasi sekaligus penerima Outstanding Contributor Non-Vet Award, menambahkan pentingnya percepatan pengesahan Undang-Undang Pendidikan dan Layanan Medik Dokter Hewan. “Undang-undang ini adalah kebutuhan mendesak untuk memastikan kualitas pendidikan kedokteran hewan dan menjamin layanan veteriner yang memadai, terutama di wilayah-wilayah terpencil seperti kawasan transmigrasi,” ungkapnya.

Penghargaan Bergengsi Lainnya di PDHI Awards 2025

Selain drh Wahdi Azmi dan drh Patrick Flagellata, penghargaan lain juga diberikan kepada tokoh-tokoh inspiratif:

Vet Inspiration Award: drh Erni Suyanti, M.Ling

Public Service (Government) Award: drh Leni Sri Lestari

Research/Innovation Award: Dr.med.vet.drh Hevi Wihadmadyatami, M.Sc

Animal Health & Welfare Award: drh Wywy Goulda March

Dokter Hewan Favorit Pilihan Netizen: drh Risa Isna

Ketua Umum PB PDHI, Muhammad Munawaroh dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan terhadap percepatan pengesahan UU Pendidikan dan Layanan Medik Dokter Hewan. “UU ini bukan hanya untuk memperkuat profesi dokter hewan, tetapi juga untuk melindungi kesehatan hewan, masyarakat, dan lingkungan secara holistik. Ini adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menyalakan Asa Baru untuk Konservasi dan Kesejahteraan

PDHI Awards 2025 tak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga momentum kebangkitan. Dengan dedikasi para pemenang, dukungan pemerintah, dan kolaborasi lintas sektor, masa depan konservasi satwa liar, keamanan pangan, dan kesejahteraan hewan di Indonesia terlihat semakin cerah.

Bagi Wahdi Azmi, malam penghargaan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjuangan yang lebih besar. “Kita semua adalah bagian dari solusi untuk pelestarian alam. Bersama, kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik untuk satwa liar, manusia, dan lingkungan,” tutupnya.(RZ)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com