Wali Kota Medan Gebrak RPH: Lahan 5 Hektare di Pusat Kota Bakal Disulap Jadi Mesin Uang Baru!

189

MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan tengah menyiapkan gebrakan besar di sektor badan usaha milik daerah.

Rumah Potong Hewan (RPH) yang selama ini mungkin hanya dikenal sebagai tempat pemotongan ternak, akan bertransformasi menjadi entitas bisnis modern dengan potensi pendapatan yang jauh lebih besar.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara terang-terangan mendorong pembenahan total terhadap RPH yang berstatus sebagai Perusahaan Umum Daerah (PUD) ini.

Pasalnya, perusahaan daerah ini memiliki aset lahan seluas 5,2 hektare yang berada di kawasan strategis Kota Medan. Namun, pendapatan yang dihasilkan dinilai belum sebanding dengan nilai aset yang dikelola.

“Dengan tanah seluas itu di tengah kota, seharusnya RPH bisa berkembang luar biasa. Jangan sampai aset sebesar itu tidak memberikan kontribusi maksimal. Kita harus ubah wajah RPH menjadi lebih profesional dan menguntungkan,” tegas Rico Waas saat memimpin rapat bersama jajaran direksi RPH dan pimpinan perangkat daerah di Balai Kota Medan, Rabu (25/2/2026).

Revolusi Manajemen: Dari Kas Manual ke Sistem Transparan

Pria yang akrab disapa Rico Waas itu menyoroti lemahnya sistem pengelolaan keuangan dan manajerial yang dinilai masih tradisional. Ia meminta agar dilakukan audit internal menyeluruh dan digitalisasi sistem keuangan, terutama dalam pengelolaan arus kas.

Profesionalisme manajemen, menurutnya, adalah harga mati untuk membangun kembali kepercayaan publik dan kinerja perusahaan.

Baca Juga : Dodi Simangunsong : Kalau Tak Jemput Bola, Jangan Harap PUD RPH Medan Berkembang

Tak hanya soal uang, efisiensi operasional juga menjadi perhatian serius. Rico Waas meminta jajarannya mengkaji ulang penggunaan mesin boiler dan sistem pemanasan di RPH.

“Cari teknologi yang lebih hemat energi. Jangan sampai biaya listrik dan air membengkak karena peralatan yang sudah tidak efisien,” ujarnya.

Perang terhadap Pemotongan Ilegal

Salah satu kebocoran pendapatan yang selama ini terjadi adalah maraknya pemotongan hewan di luar RPH. Hewan-hewan potong yang tidak melalui pemeriksaan resmi tidak hanya merugikan pendapatan retribusi daerah, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kita akan perketat pengawasan. Satpol PP dan instansi terkait harus bersinergi memastikan seluruh hewan potong yang beredar di Medan sudah melalui pemeriksaan resmi. Ini soal keamanan pangan dan kesehatan warga kita,” kata Rico Waas.

Terobosan Bisnis: dari Ayam Petelur hingga Suplai Makanan Bergizi

Namun, gebrakan paling menarik adalah rencana pengembangan lini usaha baru yang revolusioner. RPH tidak lagi hanya bergantung pada jasa pemotongan hewan.

Ke depan, RPH akan mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dan produksi telur yang terintegrasi.

“Kita harus punya bisnis dengan permintaan tetap setiap hari. Ayam dan telur ini bisa menjadi titik balik kebangkitan RPH,” ungkap Rico Waas.

Bisnis ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar yang konkret. RPH ditargetkan menjadi penyuplai utama protein hewani untuk program SPPG (makanan bergizi gratis), dengan target awal mampu memasok 1.000 hingga 2.000 butir telur per hari.

Kerja sama juga akan dijalin dengan Koperasi Merah Putih, hotel, restoran, hingga pelaku usaha kuliner.

“Bayangkan, daging dan telur dari RPH dikemas secara modern dan higienis, lalu masuk ke hotel-hotel berbintang. Itu akan meningkatkan nilai tambah produk kita,” tambahnya.

Rico Waas juga membuka peluang kerja sama strategis dengan investor swasta maupun penyertaan modal dari Pemko Medan untuk mempercepat pengembangan usaha, selama tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Harapan Baru untuk PAD dan Ketahanan Pangan

Dengan pembenahan manajemen, efisiensi operasional, pengawasan ketat, serta inovasi bisnis, Wali Kota optimistis RPH Medan akan bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif, dan kompetitif.

“RPH harus bisa berkontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjadi pilar penting dalam ketahanan pangan di Kota Medan. Ini waktunya RPH bangkit,” pungkas Rico Waas. (CHAL)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com