Warga Keluhkan Naiknya Harga Beras ke Bobby Saat Safari Jumat 

346
MEDAN – Tingginya harga sembako, terutama beras menjadi salah satu keluhan yang disampaikan warga, terutama kaum ibu saat Wali Kota Medan, Bobby Nasution melaksanakan Safari Jumat di Masjid Umar Bin Khattab, Jalan Kalpataru, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (6/10/1/2023).
Menurut warga, harga beras saat ini mencapai Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilo. Mereka berharap harga beras kembali normal. Sebab, saat ini sangat memberatkan warga.

Selain harga beras, warga juga mengeluhkan tarif rekening listrik yang juga naik. “Pembayaran tagihan listrik saat ini membengkak. Selama ini saya hanya membayar tagihan listrik Rp200 ribu perbulan, kalau sekarang semakin besar. Tolonglah Pak Walii,” ungkap Lisa, warga Jalan Setia Budi Gang Veteran menyampaikan keluhannua kepada Bobby.
Sementara itu, Mursini mengeluhkan aliran air PDAM Tirtanadi sering mati. Di samping itu, warna air juga kerap kuning keruh sehingga tidak layak konsumsi maupun digunakan untuk mencuci pakaian, terutama bewarna putih.
“Warna air yang kuning dan keruh tentunya tidak sehat untuk dikonsumsi, termasuk digunakan mencuci pakaian yang berwarna putih. Kami mohon agar masalah air yang sering mati dan warnanya kuning keruh ini menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti, Pak Wali,” ungkap Mursini.
Kemudian, ibu rumah tangga paro baya itu juga menyampaikan tidak lancarnya aliran drainase mengalir sehingga setiap hujan deras turun menyebabkan rumah warga digenangi air. Disebutkannya, drainase itu di antaranya di Gg Marto, Jalan Setia Budi serta Jalan Kalpataru. “Kami berharap agar  drainase tersebut dapat diperbaiki,” harapnya.
Warga juga mengeluhkan soal sampah yang tidak diangkat setiap harinya. Padahal, ungkap mereka, setiap bulan membayar Rp20 ribu untuk retribusi sampah. “Kadang sampah baru diangkat seminggu sekali,” keluh mereka.
Bobby Nasution mengucapkan terima kasih atas keluhan yang disampaikan tersebut. Menanggapi keluhan tingginya soal harga beras, dirinya mengungkapkan, Pemko Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Pertanian dan Perikanan Kota Medan telah menggelar Gerakan Pangan Murah selama 10 hari mulai 25 September sampai 5 Oktober.
Berdasarkan penjelasan Kadis Ketapang, Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Gelora KP Ginting yang hadir dalam Safari Jumat, selama 10 hari itu disediakan 6 ton beras dengan HET Rp11.500/kg dan sebanyak 699 keluarga yang membeli. “Untuk menyikapi keluhan warga ini, Gerakan pangan Murah ini akan kita perpanjang lagi,” jelas Bobby Nasution.
Terkait itu, orang nomor satu di Pemko Medan minta kepada camat  untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat sehingga mengetahuinya.
Mengenai kenaikan tarif listrik, Bobby Nasution akan berkoordinasi dengan pihak PLN. Sebab, yang menetapkan tarif listrik bukan Pemko Medan melainkan PLN. Begitu juga dengan keluhan soal air yang sering mati dan warnanya kuning keruh, Bobby Nasution juga akan menyampaikannya kepada pihak PDAM Tirtanadi. Sebab, pengoperasian PDAM Tirtanadi bukan di bawah Pemko Medan melainkan Pemprov Sumut.
“Saya bukan lempar tanggung jawab. Nanti kita koordinasikan dan komunikasikan dengan pihak PDAM Tirtanadi. Untuk itu saya minta kepada pak Camat untuk mendata wilayah mana saja yang aliran airnya sering mati dan warnanya kuning keruh,” ujarnya.
Selanjutnya, keluhan soal drainase yang tersumbat, Bobby Nasution akan menindaklanjutinya.

“Jika anggaran perbaikan drainase masih ada, akan kita kerjakan di akhir tahun. Namun jika tidak ada, pengerjaan akan kita lakukan di awal tahun depan. Termasuk, jalan rusak di depan Zipur yang saya lihat jelek akan kita perbaiki,” jawabnya meminta kepada Camat Medan Helvetia untuk rutin mengangkut sampah setiap hari karena warga telah membayar retribusi sampah setiap bulannya.(KM)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com