MEDAN – Sebuah kondisi darurat kesehatan anak tengah terjadi di Kota Medan. Data terbaru menunjukkan cakupan imunisasi untuk bayi, balita, dan anak sekolah justru mengalami penurunan drastis, jauh dari target yang ditetapkan.
Fakta yang Memprihatinkan:
· Bayi: Hanya 35,84% bayi yang mendapat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada periode Januari-September 2025. Angka ini turun dari 73,65% di tahun 2024.
· Balita: Cakupan imunisasi untuk anak usia 2 tahun (IBL) juga sangat rendah, hanya 30,5%.
· Anak Sekolah: Yang paling mengkhawatirkan, program BIAS untuk siswa SD hanya berhasil menjangkau 2,52% siswa. Artinya, dari 100 anak, hanya 2-3 yang diimunisasi.
Akar Masalah: Penolakan Orang Tua & Hoaks
Menurut dr. Faisal Arbie dari DPRD Medan, akar masalahnya adalah banyaknya orang tua yang menolak anaknya diimunisasi. Kekhawatiran akan keamanan vaksin, isu kadaluarsa, dan pengaruh kampanye negatif menjadi alasan utama penolakan.
“Masih banyak kita dapati orangtua yang menolak. Mereka menanyakan apakah vaksinnya bagus atau tidak, bahkan menuding vaksin yang diberikan sudah kedaluarsa,” jelas Faisal.
Pernyataan ini diamini oleh Kepala Bidang P2P Dinkes Medan, dr. Pocut Fatimah Fitri. Ia menyebut penolakan banyak terjadi di daerah pinggiran seperti Medan Denai dan Medan Amplas, diduga kuat karena terpengaruh hoaks dan kampanye negatif pasca Covid-19.
“Pokoknya habis Covid-19, cakupan imunisasi turun. Masyarakat yang anti imunisasi dan anti pemerintah semakin jadi. Kita sebagai petugas repot karena pendapat yang salah itu,” ujar Pocut dengan nada kesal.
Upaya yang Sudah Dilakukan:
Petugas puskesmas dan dokter anak sudah berkeliling ke 21 kecamatan,bahkan kader Posyandu sampai ‘jemput bola’ mendatangi rumah warga. Sayangnya, upaya maksimal ini belum membuahkan hasil signifikan.
Sebagai solusi, Dinkes Medan berencana melibatkan ulama untuk membantu sosialisasi dan meyakinkan masyarakat, yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.
Ini adalah seruan untuk semua pihak! Lindungi masa depan anak-anak Medan dari wabah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Imunisasi adalah hak dasar anak untuk hidup sehat. (Rel)