Bupati Simalungun Tantang KORMI Simalungun Hidupkan Olahraga Tradisional

356

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, mengajak Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) berkolaborasi membangun masyarakat yang sehat secara utuh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan pikiran. Pelestarian olahraga tradisional juga dinilai penting agar warisan budaya tidak hilang ditelan zaman.

Ajakan itu disampaikan Anton saat menghadiri pelantikan pengurus KORMI Kabupaten Simalungun masa bakti 2026–2031 di Balei Harungguan, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Jumat (16/10/2026).

Pelantikan dipimpin Ketua Umum KORMI Sumatera Utara, Muhammad Daffasya Adnan Sinik. Prosesi diawali pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris KORMI Sumut, Ramadan Ginting, dilanjutkan penandatanganan berita acara serta penyerahan surat keputusan dan pataka kepada Ketua KORMI Simalungun yang baru, Mahadi Dedi Sitanggang.

Dalam sambutannya, Anton mengenang permainan tradisional yang pernah mewarnai masa kecilnya, seperti gasing, bulu ayam, dan lompat karet. Menurutnya, permainan tersebut memiliki nilai filosofi yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Permainan-permainan itu sarat filosofi. Kalau tidak dijaga dan ditunjukkan, akan hilang ditelan zaman,” kata Anton.

Baca Juga: Dana Hibah Belum Turun, KORMI Medan Galang Donasi demi Forprovsu 2026

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan dan kemakmuran harus diimbangi dengan ketangguhan serta kualitas manusia. Karena itu, pembangunan masyarakat tidak cukup hanya berorientasi pada kesejahteraan fisik.

“Masa sulit melahirkan manusia tangguh. Manusia tangguh melahirkan masa makmur. Masa makmur, karena terlalu makmur, bisa melahirkan manusia lemah. Manusia lemah, maka akan kembali ke masa sulit,” ujarnya.

Anton menegaskan pentingnya keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani dalam membangun masyarakat yang berkualitas.

“Kita harus sehat, tapi jangan sehat badannya, pikirannya tidak sehat. Kalau sudah sehat badannya, pikirannya harus sehat. Mari kita berkolaborasi membangun masyarakat yang sehat secara utuh,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KORMI Sumut, Muhammad Daffasya Adnan Sinik, menyebut KORMI memiliki kedudukan resmi dalam sistem keolahragaan nasional. Ia juga menyoroti potensi organisasi tersebut dalam mendukung perekonomian melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi peralatan olahraga tradisional.

“Kita bukan hanya menyumbang olahraga, tapi kita menyumbang ekspor. Barang buatan lokal, buatan Sumatera Utara, kita jual ke luar negeri. KORMI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong indeks pembangunan manusia dan mewujudkan ‘Indonesia Bugar, Indonesia Sehat’,” ujarnya.

Ketua KORMI Simalungun, Mahadi Dedi Sitanggang, menyatakan organisasinya akan mendorong olahraga masyarakat sekaligus menjaga kelestarian permainan tradisional dan mengembangkan potensi ekonomi warga.

“KORMI bukan sekadar organisasi olahraga, melainkan wadah membangun masyarakat yang sehat, bugar, gembira, sekaligus melestarikan olahraga tradisional dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat,” kata Mahadi.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain memperkenalkan kembali permainan tradisional ke sekolah melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, mengembangkan olahraga tradisional sebagai daya tarik wisata seperti kegiatan layang-layang, mendukung UMKM alat olahraga tradisional, serta berpartisipasi dalam Festival Olahraga Masyarakat tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Dengan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031, KORMI Simalungun diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi, menjaga warisan permainan tradisional, dan membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal. (RS)