Gol Bunuh Diri di Menit 111 Selamatkan Argentina dari Mimpi Buruk Tanjung Verde

13

MIAMI — Stadion Hard Rock di Miami, Florida, bergemuruh pada menit ke-111. Bukan karena selebrasi megabintang Lionel Messi, melainkan karena bola sepak pojok yang ditanduk Cristian Romero membelok mengenai lengan bek Tanjung Verde, Diney Borges, dan meluncur mulus ke sudut kanan gawang.

Gol bunuh diri itu menjadi penentu kemenangan dramatis 3-2 bagi Argentina atas tim debutan Tanjung Verde (Cape Verde) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu pagi WIB.

Juara bertahan itu nyaris tersingkir oleh negara kepulauan kecil yang berpopulasi lebih kecil dari Sacramento, California, Amerika Serikat.

Laga berjalan sesuai prediksi sejak awal. Argentina mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan Tanjung Verde yang disiplin.

Kebuntuan pecah pada menit ke-29. Lisandro Martinez mengirim umpan terobosan panjang yang disambut Messi dengan kontrol sempurna di kotak penalti, sebelum melepaskan tembakan keras ke langit-langit gawang Vozinha.

Gol ketujuh Messi di Piala Dunia 2026 itu sekaligus mencatatkan rekor bersejarah: gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia secara beruntun dan gol ke-20 sepanjang kariernya di turnamen tersebut.

Namun, dongeng Tanjung Verde belum berakhir. Pada menit ke-59, Ryan Mendes mengirim umpan dari sisi kanan yang menembus celah kaki bek Argentina.

Deroy Duarte dengan tenang mengontrol dan melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di sudut kiri gawang Emiliano Martinez.

Baca Juga : Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti 4-2, Ukir Sejarah Ke 16 Besar

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Argentina kembali memimpin cepat pada menit ke-92. Memanfaatkan sepak pojok, sundulan Alexis Mac Allister mengarah ke Lisandro Martinez yang melepaskan tembakan kaki kiri keras ke gawang Tanjung Verde.

Namun, keunggulan itu kembali sirna pada menit ke-103. Sidny Lopes Cabral, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tembakan melengkung spektakuler dari tepi kotak penalti ke pojok atas gawang Argentina. Tembakan itu menjadi kandidat kuat gol terbaik turnamen.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke adu penalti, Argentina kembali memanfaatkan bola mati. Sepak pojok Messi pada menit ke-111 disundul Romero, membelok mengenai lengan Diney, dan mengubah papan skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Argentina.

Tanjung Verde masih berusaha menyamakan kedudukan. Pada masa injury time babak tambahan, kiper Emiliano Martinez melakukan penyelamatan krusial dengan membentangkan tubuhnya menghadang tembakan Gilson Benchimol, mengamankan kemenangan Argentina.

Kemenangan ini memastikan Argentina melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Mesir di Atlanta pada Selasa, 7 Juli.

Sementara itu, perjalanan luar biasa Tanjung Verde sebagai tim debutan dan negara terkecil yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia harus terhenti.

Meski kalah, penampilan mereka terutama kiper veteran Vozinha yang melakukan 10 penyelamatan termasuk lima terhadap Messi
mendapat pujian luas.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui kalah dari Tanjung Verde akan menjadi kegilaan. Ini pertandingan yang sangat sulit.

“Kami harus memberi selamat kepada lawan; mereka adalah tim yang hebat hari ini,” ujarnya. (FD)