Hat-trick Jonathan David Bawa Kanada Pesta Gol 6-0 atas Qatar
VANCOUVER – Dentuman 52.497 pasang suara di BC Place seperti hendak merobohkan atap stadion. Di tengah lautan merah seragam pendukung tuan rumah, Jonathan David berdiri dengan kedua tangan terangkat ke langit Vancouver hat-trick pertamanya di pentas Piala Dunia baru saja mengukir sejarah bagi sepak bola Kanada.
Kanada berpesta enam gol tanpa balas atas Qatar dalam laga kedua Grup B Piala Dunia 2026, Jumat pagi WIB. Namun di balik euforia kemenangan terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, ada duka: gelandang Ismael Koné harus dilarikan ke rumah sakit dengan dugaan patah kaki.
Jesse Marsch, pelatih kepala Kanada, sudah berjanji pada konferensi pers sehari sebelumnya: David akan mencetak gol. Janji itu terbayar lebih dari yang dibayangkan.
Gol pertama lahir di menit ke-16. Tembakan keras David dari dalam kotak penalti ditepis kiper Mahmoud Abunada, tetapi bola muntah langsung disambar Cyle Larin dari jarak dekat. Stadion meledak.
Keunggulan membuat Kanada kian percaya diri. Pada menit ke-29, David menyambut bola pantul di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan voli kaki kanan yang bersarang di sisi kanan gawang. Skor 2-0.
Rekan-rekannya mengejar David ke sudut lapangan, merayakan momen yang terasa seperti kemenangan yang sudah tak terbendung.
Kartu Merah Berguguran, Qatar Terpuruk
Petaka pertama Qatar datang di menit ke-33. Homam Ahmed menghentikan pergerakan Tajon Buchanan di dekat kotak penalti awalnya hanya kartu kuning.
Baca Juga : Sihir Luis Diaz Bawa Kolombia Bungkam Uzbekistan 3-1
Namun setelah peninjauan VAR, wasit Cristian Garay mengubahnya menjadi kartu merah langsung. Qatar harus bermain dengan 10 orang.
Unggul jumlah pemain, Kanada semakin leluasa. Menjelang turun minum, tepatnya di menit 45+3, David mencetak gol keduanya. Ia menyambar bola muntah hasil penyelamatan Abunada dari sundulan Larin. Babak pertama ditutup 3-0.
Babak kedua baru berjalan delapan menit, Qatar kembali kehilangan pemain. Assim Madibo melakukan tekel keras dari belakang terhadap Ismael Koné.
Wasit sempat memberi kartu kuning, tetapi setelah VAR, hukuman dinaikkan menjadi kartu merah langsung di menit ke-53. Qatar kini bermain dengan sembilan pemain.
Namun insiden itu menyisakan luka. Koné harus ditandu keluar dengan kaki kiri yang diduga patah.
Suasana stadion yang sedetik sebelumnya bergemuruh tiba-tiba hening. Stephen Eustaquio melambaikan tangan panik ke bangku cadangan begitu melihat parahnya cedera rekannya.
Saliba Beri Tribute, David Tutup Pesta dengan Hat-trick
Nathan Saliba, yang masuk menggantikan Koné, nyaris menangis saat melangkah ke lapangan. Rekan-rekannya memeluknya.
Lalu, hampir seperti skenario film, Saliba mencetak gol keempat Kanada di menit ke-64 tendangan bebas indah dari luar kotak penalti yang menghantam tiang sebelum masuk gawang. Ia berlari ke pinggir lapangan dan mengangkat jersey Koné bernomor 8 ke arah penonton.
Gol kelima lahir di menit ke-75. Tembakan Jacob Shaffelburg membentur bek Qatar Mohamed Manai dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Penonton mulai meneriakkan “We want six!”.
Permintaan mereka dikabulkan. Di menit 90+2, David menyelesaikan hat-tricknya setelah menerima umpan dari Saliba, memutar badan, dan melesakkan bola melewati kiper. Skor 6-0.
Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Kanada sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia putra.
Dengan empat poin dari dua pertandingan, Kanada kini memuncaki klasemen Grup B dan nyaris pasti lolos ke babak 32 besar.
Kiper Maxime Crepeau bahkan tidak perlu membuat satu pun penyelamatan karena Qatar gagal melepaskan tembakan tepat sasaran.
David, yang kini memiliki 42 gol untuk tim nasional, juga sejajar dengan Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Laga terakhir Grup B akan digelar Rabu, 24 Juni. Kanada menghadapi Swiss di Vancouver, sementara Qatar bertemu Bosnia dan Herzegovina di Seattle. (FD)