Kembali Raih Seri di Kandang Sendiri, Suporter Minta Manajemen Lakukan Revolusi
MEDAN – Salah satu kelompok suporter PSMS Medan menuntut dilakukannya revolusi di tubuh PSMS Medan.Hal ini menyusul hasil kurang maksimal didapat tim sepanjang kompetisi putaran pertama Liga 2 grup 1.
Dari enam laga yang dilakoni, Ayam Kinantan – julukan PSMS Medan hanya menang sekali dan lima kali seri. Bahkan, dua partai kandang melawan Persiraja dan terakhir melawan Sriwijaya juga berakhir dengan kedudukan imbang.
Beberapa suporter masuk ke dalam lapangan usai pertandingan melawan Sriwijaya. Dengan membawa toa (pengeras suara) mereka meminta segera dilakukan revolusi.
Bahkan, para suporter sempat menahan bus pemain dan official tim yang terparkir di depan Stadion Teladan. Hal ini membuat para pemain dan official tertahan di ruang ganti.
Aparat kepolisian pun segera mengambil sikap dengan membubarkan para puluhan suporter yang masih menjaga bus pemain. “Tolong suporter bubar. Sudah malam. Pertandingan sudah selesai,” ungkap salah seorang aparat keamanan dengan pengeras suara. “Bubar, bubar. Jangan ada di depan bus. Bus mau jalan. Tolong jangan berdiri di situ,” tambahnya.
Setelah sekitar 15 menit, suporter pun pinggir setelah diarahkan pihak kepolisian dan bus pun bergerak ke depan pintu utama stadion. Para suporter yang masih bertahan kembali mendekati bus. Mereka berteriak meminta manajmen bertangungjawab atas hasil ini. “Sampai kapan main di Liga “. ” Hasilnya gini gini aja. Harus direvolusi,” ungkap pentolan suporter.
Selang beberapa menit bus bergeser ke depan pintu utama stadion, pemain pun langsung naik ke dalam bus dengan diamankan petugas kepolisian. Para suporter pun bubar dengan sendirinya.(KM)