Kiamat Piala Dunia 2026? Iran Terancam Mundur, FIFA Siapkan Pengganti Akibat Perang Dingin dengan AS

109

JAKARTA – Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diambang krisis politik besar! Iran, tim pertama yang secara resmi lolos ke turnamen tersebut, kini terancam hengkang akibat ketegangan ekstrem dengan negara tuan rumah, Amerika Serikat. FIFA dilaporkan telah menyusun skenario darurat untuk menyiapkan tim pengganti.

Awal mula badai ini bermula saat undian grup Desember lalu. Iran yang berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, hampir memboikot acara setelah AS menolak memberikan visa bagi seluruh delegasinya. Meski akhirnya batal boikot, awan gelap masih menggantung.

Pemicu utamanya adalah eskalasi konflik dalam dua pekan terakhir. Pemerintah Iran dikabarkan melakukan penumpasan keras terhadap aksi unjuk rasa, memicu kecaman internasional.

Baca Juga : Kiamat di Teheran? Trump Siapkan Serangan Mematikan Gulingkan Khamenei Usai “Banjir Darah”

Donald Trump, mantan presiden AS, bahkan mengancam akan mengambil “tindakan sangat keras” dan menyinggung serangan siber. Iran membalas dengan ancaman akan menyerang basis militer AS jika terjadi aksi militer.

Lantas, bagaimana dengan partisipasi timnas Iran di Piala Dunia? Saat ini, pemain dan pelatih masih mendapat pengecualian dari larangan perjalanan AS. Namun, situasi yang mudah meledak bisa mengubah segalanya kapan saja.

FIFA Sudah Siapkan Plan B!

Jika Iran benar-benar mundur atau dilarang tampil, peraturan FIFA menyediakan jalan keluar. Slot kosong akan diberikan kepada “tim alternatif”, biasanya runner-up play-off kualifikasi terkait atau tim non-unggulan dengan peringkat tertinggi di konfederasi yang sama.

Siapa kandidat penggantinya? Dua nama paling kuat adalah:

1. Uni Emirat Arab (UEA), sebagai tim non-unggulan peringkat tertinggi di Zona Asia.
2. Irak, yang mengalahkan UEA di play-off. Skemanya, Irak naik ke Piala Dunia menggantikan Iran, sementara UEA mengambil jatah Irak di play-off antarkonfederasi Maret 2026.

Kendala utama adalah visa dan waktu. Irak tidak masuk daftar larangan penuh AS, sehingga lebih memungkinkan. FIFA juga punya opsi untuk menjalankan jadwal Grup G hanya dengan tiga tim jika penggantian tak memungkinkan.

Ini bukan kali pertama Piala Dunia menghadapi skenario tim mengundurkan diri. Terakhir terjadi pada 1950, saat India dan Prancis mundur, menyebabkan turnamen hanya diikuti 13 tim.

Dengan tensi geopolitik yang terus memanas, nasib Iran di Piala Dunia 2026 benar-benar berada di ujung tanduk. Keputusan politik di Washington dan Teheran dalam beberapa bulan ke depan tidak hanya akan menentukan hubungan kedua negara, tetapi juga peta kompetisi di turnamen sepakbola terakbar di dunia. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com