PSMS Medan Gila-Gilaan Bantai Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Sampai Angkat Topi!
MEDAN – Pesta Gol di Kandang! PSMS Medan Bungkam Sumsel United dengan Skor Telak 3-1. Pekan perdana putaran ketiga Pegadaian Championship 2025-2026 dibuka dengan manis oleh Laskar Ayam Kinantan.
Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (14/2/2026) sore WIB, PSMS Medan sukses mempermalukan tamunya, Sumsel United, dengan skor meyakinkan 3-1.
Laga yang berlangsung sengit ini menyajikan drama gol cepat, taktik jitu, hingga perjuangan sengit di kedua sisi lapangan.
Tanpa pilar andalan Risman Ariyanto Maring yang harus absen karena akumulasi kartu, PSMS justru tampil trengginas dan membuka keunggulan hanya dalam 60 detik pertama!
Babak Pertama: Start Kilat PSMS
Wasit Pipin Indra Pratama baru saja meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, publik Sumut langsung bergemuruh. Umpan matang dari gelandang kreatif, Clayton Silva, langsung disambar oleh predator asal Argentina, Felipe Cadenazzi, menjadi gol.
Baca Juga : PSMS Medan vs Sumsel United: Misi 5 Besar, Gebuk Tim Papan Atas demi Asa ke Babak Utama
Striker haus gol itu sukses menaklukkan kiper Dicki Agung Setiawan dan membuat skor berubah menjadi 1-0.
Gol cepat ini menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad asuhan Eko Purdjianto. PSMS terus menggempur pertahanan Sumsel United. Namun, tim tamu tak tinggal diam.
Trisula lini depan Sumsel United yang digalang Joao Cabral, Rahmat Hidayat, dan Diego Dall’Oca beberapa kali merepotkan pertahanan PSMS. Meski demikian, Reky Rahayu tampil sebagai tembok kokoh di bawah mistar. Refleksnya menggagalkan setidaknya tiga peluang emas lawan, menjaga keunggulan PSMS hingga turun minum.
Babak Kedua: Hujan Gol dan Perlawanan Sengit
Memasuki babak kedua, Sumsel United yang ditangani eks pelatih Timnas, Nil Maizar, langsung tancap gas. Mereka mengandalkan kecepatan Rahmat Hidayat dan Diego Dall’Oca untuk membongkar pertahanan PSMS.
Namun, lini tengah PSMS yang diisi Clayton Silva, Muhammad Farhan, dan Adlin Cahaya bermain cerdas. Mereka tidak hanya menjadi tameng, tetapi juga otak serangan.
Hasilnya, di menit ke-56, aksi individu Dani Syahputra memecah kebuntuan. Menerima umpan dari Clayton, tanpa pikir panjang gelandang enerjik ini melepaskan tembakan roket dari jarak 25 meter yang tak mampu dijangkau Dicki Agung. Bola meluncur deras ke pojok gawang. Skor 2-0 untuk PSMS! Stadion pun kembali bergemuruh.
PSMS belum puas. Tekanan terus dilancarkan. Pada menit ke-70, Antoni Putro Nugroho yang baru masuk memberikan umpan terobosan manis berupa chip ke kotak penalti.
Cadenazzi yang haus gol langsung menyambarnya dengan sundulan keras. Ini adalah gol keduanya di laga ini dan gol ke-8-nya di musim ini! Skor menjadi 3-0.
Namun, Sumsel United menunjukkan mental baja. Memanfaatkan kelengahan dan blunder dari bek kawakan asal Korea Selatan, Kim Jeung Ho, Diego Dall’Oca berhasil memperkecil kedudukan di menit ke-74. Skor 3-1 bertahan hingga akhir laga meski Sumsel United terus berusaha menekan.
Reaksi Pelatih dan Pemain: Target Papan Atas
Usai pertandingan, suasana campur aduk mewarnai ruang ganti. Pelatih Sumsel United, Nil Maizar, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Kami kebobolan gol terlalu dini. Itu mengacaukan strategi kami. Pemain bermain di bawah tekanan dan kurang tenang dalam menyelesaikan peluang,” ujarnya singkat.
Sebaliknya, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tampak sumringah. Pujian setinggi langit diberikan kepada anak asuhnya.
“Alhamdulillah, saya sangat puas. Saya apresiasi perjuangan luar biasa anak-anak. Mereka main dengan hati dan semangat Spartan! Kehilangan pemain kunci di lini belakang bukan halangan, justru pemain lain bisa tampil maksimal,” ujar Eko dengan mata berbinar.
Eko juga menegaskan target realistis timnya di putaran ketiga ini. “Kami punya target jelas: menyapu bersih semua laga kandang. Ini krusial untuk mengangkat posisi kami ke lima besar klasemen. Saya yakin dengan dukungan penuh suporter, itu bisa tercapai,” tegasnya.
Senada dengan pelatih, bek andalan PSMS, Erwin Gutawa, menambahkan, “Kemenangan ini spesial. Tapi kami tidak boleh jemawa. Semua pertandingan ke depan adalah final buat kami. Kami akan tetap fokus dan bekerja keras untuk terus meraih poin positif.”
Kemenangan ini membawa PSMS Medan untuk sementara merangsek ke papan tengah klasemen. Dengan performa spartan dan dukungan penuh suporter, mampukah Ayam Kinantan terus terbang tinggi menuju zona lima besar? Kita tunggu aksi mereka selanjutnya! (FD)