PSMS Medan vs Sumsel United: Misi 5 Besar, Gebuk Tim Papan Atas demi Asa ke Babak Utama
MEDAN – Deru sorak akan kembali menggetarkan Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (14/2/2026) malam nanti. Bukan sekadar laga biasa, duel antara PSMS Medan dan Sumsel United FC adalah final kecil yang menentukan arah perjalanan Ayam Kinantan di putaran ketiga Grup 1 Liga 2.
PSMS datang dengan satu tekad besar: memangkas jarak, membuka asa, dan menerobos lima besar.
Saat ini, PSMS Medan duduk di peringkat keenam dengan koleksi 26 poin. Sementara lawan yang datang, Sumsel United, bertengger nyaman di posisi ketiga dengan 31 poin. Selisih lima angka tipis di atas kertas, tetapi sangat krusial dalam peta persaingan Grup 1 yang ketat hingga detik terakhir.
Namun, sejarah kerap menulis kisah berbeda. Di kandang sendiri, PSMS bukan tim yang mudah ditaklukkan. Apalagi ini adalah pertemuan ketiga mereka di Stadion Utama, momentum yang dinanti pecinta Ayam Kinantan untuk melihat kebangkitan tim kebanggaan Sumatera Utara.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tidak ingin membuang peluang emas ini. Dalam konferensi pers Jumat (13/2/2026), ia bicara tegas: tiga poin harga mati.
Baca Juga : PSMS Medan Kandaskan Bekasi City & Geser Posisi Klasemen
“Pemain siap. Semua dalam kondisi oke, termasuk pemain baru yang mulai menunjukkan adaptasi positif. Kami tidak ingin sekadar main bagus, yang kami mau adalah menang. Tiap sisa laga kandang di putaran ketiga harus disapu bersih,” ujar Eko dengan nada penuh keyakinan.
Mantap. Tidak ada kata lengah. Tidak ada ruang untuk kompromi.
Eko paham betul, persaingan di Grup 1 bukan lagi soal siapa yang paling besar namanya, tapi siapa yang paling siap secara mental dan taktik. Ia menambahkan, “Jarak poin sangat dekat. Satu kemenangan bisa mengubah segalanya. Dari posisi enam langsung masuk lima besar. Itu target realistis yang kami kejar.”
Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Rotasi dan racikan strategi telah dilakukan sejak jauh hari. Para pemain anyar mulai menemukan ritme. Chemistry tim berangsur terbentuk.
Jika lawan datang dengan kepercayaan diri sebagai penghuni papan atas, PSMS datang dengan lapar poin dan haus pengakuan.
Salah satu energi muda yang siap membakar stadion adalah Dani Saputra. Pemain muda PSMS ini bicara dengan semangat yang menular. Ia tahu betul arti laga ini bukan cuma soal klasemen, tapi juga harga diri.
“Kami sudah persiapan matang. Semua pemain sadar ini pertandingan besar. Kami minta doa dan dukungan penuh dari suporter PSMS. Datang ke Stadion Utama, pakai atribut kebanggaan, beri kami energi lebih. Kami akan balas dengan kerja keras dan tiga poin,” kata Dani penuh determinasi.
Ia menyebut dukungan suporter bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan. Di laga sepanas ini, kehadiran ribuan pasang mata dan suara dari tribun bisa menjadi pembeda antara menyerah dan bangkit.
“Semua tim bisa kalah, semua tim bisa menang. Yang membedakan adalah siapa yang paling fokus dan paling didukung. Kami siap bertarung, dan kami ingin suporter jadi bagian dari kemenangan ini,” tegasnya.
Persaingan Grup 1 memasuki babak penentuan. Tiap poin adalah nyawa. PSMS Medan tidak lagi punya ruang untuk tersandung, apalagi jatuh. Misi lima besar bukan hanya angan ia sedang dijemput, dengan kerja keras, strategi, dan hati.
Sabtu malam nanti, Stadion Utama Sumatera Utara tidak hanya akan menjadi saksi. Ia akan menjadi panggung kebangkitan. Akankah Ayam Kinantan menyambut asa itu dengan kemenangan? (FD)