Rico Resmi Buka Open Turnamen Pencak Silat IPSI 2026: 674 Atlet Siap Bertarung Demi Lestarikan Budaya Bangsa!
MEDAN – Gemuruh semangat membahana di GOR Kebun Bunga, Jumat (19/6/2026) malam. Wali Kota Medan, Rico Waas, secara resmi membuka Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan Tahun 2026 ajang yang tak hanya mempertandingkan kekuatan fisik, tetapi juga mempertaruhkan harga diri budaya bangsa.
674 Pesilat dari 58 Kontingen Siap Bertarung Tiga Hari
Turnamen bergengsi yang diprakarsai oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Medan ini diikuti oleh 674 atlet dari 58 kontingen yang akan bertanding selama tiga hari ke depan.
Ribuan pasang mata tertuju pada arena pertarungan yang sarat makna bukan sekadar adu jurus, melainkan perayaan warisan leluhur yang telah diakui dunia.
Dalam sambutannya yang menggetarkan, Rico Waas menegaskan bahwa pencak silat memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada sekadar kompetisi olahraga atau seni bela diri fisik.
“Silat adalah bagian dari budaya kita yang perlu dilestarikan dan dijaga. Ini adalah olahraga asli dari Indonesia. Kami bangga melihat adik-adik sekalian yang mau terus menekuni budaya ini,” ujar Rico Waas dengan penuh rasa bangga.
Pernyataan ini bukanlah sekadar retorika. Pencak silat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO pada Desember 2019, bergabung dengan deretan warisan agung Indonesia seperti Wayang, Batik, Angklung, dan Tari Saman.
Dengan pengakuan internasional ini, pencak silat bukan lagi sekadar seni bela diri tradisional ia adalah kebanggaan bersama masyarakat Indonesia yang harus dijaga dari generasi ke generasi.
Melihat antusiasme ratusan generasi muda yang memadati GOR Kebun Bunga, Rico Waas optimistis bahwa budaya asli Indonesia tidak akan punah ditelan zaman.
“Turnamen ini diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi masyarakat luas untuk kembali mencintai dan menghargai kebudayaan lokal,” ujar Rico Waas.
Harapan besar ini sejalan dengan visi besar IPSI Medan yang terus berkomitmen membina atlet-atlet muda berbakat.
Tak hanya sekadar melestarikan budaya, Rico Waas juga membidik target prestasi. Ia berharap melalui turnamen ini akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang siap mengharumkan nama Kota Medan di tingkat yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan nantinya para pemenang akan maju ke Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara dan juga akan menjadi pemenang nomor satu di Sumatera Utara dari Kota Medan,” harapnya penuh keyakinan.
Target ini bukanlah mimpi siang hari. IPSI Medan sendiri telah mencatatkan sejarah dengan menyelenggarakan berbagai event skala internasional, termasuk 3rd International Pencak Silat Indonesian Open 2025 yang diikuti 3.265 pesilat dari berbagai negara.
Untuk membakar semangat para “penjaga budaya” muda ini, Wali Kota Medan mencairkan suasana dengan sesi interaksi langsung yang seru.
Rico Waas menjanjikan satu set seragam/baju silat tambahan bagi para atlet yang berani berdialog dan menjawab tantangannya. Langkah jenius ini berhasil menciptakan momen kebersamaan yang hangat di tengah atmosfer kompetisi yang menegangkan.
Pembukaan turnamen yang bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Tengku Chairuniza, Ketua Umum IPSI Kota Medan Haris Muda Siregar, serta Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal.
Kehadiran Haris Muda Siregar yang baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IPSI Medan periode 2026–2030 menandakan era baru pembinaan pencak silat di Medan yang semakin profesional dan terarah.
Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan 2026 bukanlah sekadar event olahraga biasa. Ini adalah manifestasi komitmen Pemerintah Kota Medan dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi.
Dengan semangat yang membara, para pendekar muda Medan siap menggebrak arena. Akankah mereka berhasil mengharumkan nama Medan di Porprovsu dan PON? Waktulah yang akan menjawab.
Satu hal yang pasti masa depan pencak silat Indonesia ada di tangan generasi muda yang terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur ini! (Rel)