Hak Tanah Elektronik Diluncurkan, Bobby Nasution Soroti Peran Krusial ATR/BPN

151

MEDAN – Konflik agraria kerap memicu ketegangan sosial hingga korban jiwa. Menyikapi hal ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan pentingnya Kementerian ATR/BPN dalam menjaga stabilitas keamanan melalui kepastian hukum tanah.

“Persoalan tanah bisa merenggut nyawa, bahkan picu konflik antar-negara. Karena itu, peran ATR/BPN sangat krusial,” tegas Bobby dalam Peluncuran Layanan Peralihan Hak Atas Tanah (HAT) secara Elektronik di Hotel Ada Mulia, Medan, Senin (4/8/2025).

Sertifikat Tanah = Solusi Konflik Agraria
Bobby menekankan, sertifikat tanah yang diterbitkan ATR/BPN menjadi pondasi hukum yang mencegah sengketa lahan. “Dengan sertifikat jelas, konflik agraria bisa diminimalisir,” ujarnya.

Ia juga mendorong implementasi cepat layanan elektronik HAT untuk memudahkan masyarakat mengurus pertanahan. “Ini akan membantu tata kelola tanah di Sumut lebih efisien,” tambahnya.

ATR/BPN Sumut Catat Kemajuan Signifikan
Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sumut, Sri Pranoto mengungkapkan bahwa layanan elektronik ini menjadi terobosan baru dalam percepatan sertifikasi tanah. “Proses yang dulu butuh hari, kini bisa selesai dalam hitungan jam!” jelasnya.

Data terbaru ATR/BPN Sumut menunjukkan:
✅ Pengaduan turun 30% (Triwulan II 2025)
✅ Kepuasan masyarakat naik 85%
✅ Layanan tepat waktu capai 92%
“Sumut akan jadi role model pengelolaan tanah di Indonesia,” tegas Sri Pranoto.

Dalam acara tersebut, ATR/BPN Sumut juga menyerahkan sertifikat PTSL, wakaf, dan aset Pemprov Sumut dan tandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) percepatan sertifikasi aset pemerintah. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com