Tragedi Memilukan di Rel: Driver Ojol Tewas Ditabrak Kereta, Tubuh Terlempar ke Kandang Babi

92

MEDAN – Sebuah tragedi maut kembali merenggut nyawa di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Seorang driver ojek online (ojol) bernama Rajali (38), warga Jalan Pelita II Gang Tangga Batu, Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan, tewas setelah tubuhnya terlempar ke kandang babi usai ditabrak Kereta Api Bandara Kualanamu, Senin (20/4/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi di perlintasan liar Jalan Elang, Kelurahan TSM 3, Kecamatan Medan Denai. Dalam sekejap, kehidupan Rajali sirna.

Tubuhnya terpental hebat hingga masuk ke area kandang babi di sekitar rel. Kaki kanan robek, tangan kiri patah, dan sejumlah luka parah di sekujur tubuh menjadi bukti kerasnya benturan.

Sementara itu, seorang penumpang wanita yang dibonceng korban hanya mengalami luka ringan dan syok berat. Sedangkan sepeda motor korban terseret hingga ratusan meter dari lokasi tabrakan.

Kronologi Maut di Perlintasan Tanpa Penjaga

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sebelum kecelakaan, Rajali sedang mengantarkan penumpangnya dari Jalan Rajawali Perumnas Mandala menuju Jalan Padang.

Baca Juga : Tragis! Grand Livina Terseret Kereta Api di Deli Serdang, 1 Tewas dan 2 Luka Berat

Saat melintas di perlintasan kereta, korban diduga tidak melihat ke kanan dan kiri. Tanpa menyadari kereta yang melaju dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu, ia langsung memasuki jalur rel.

Dalam hitungan detik, kereta menabrak korban dengan kekuatan luar biasa. Tubuhnya terpental, penumpang terlepas, dan motor terus terseret.

Warga & Driver Ojol Berdatangan, Evakuasi Terhambat

Sekitar seratus driver ojol langsung berdatangan ke lokasi. Polsek Medan Area dan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) juga tiba, namun evakuasi tertunda karena menunggu Tim Inafis Polrestabes Medan. Setelah lebih dari satu jam, tim tiba dan langsung melakukan identifikasi.

Keluarga bersama para driver akhirnya mengangkat jenazah dari kandang babi. Namun, karena tidak ada ambulans yang tersedia, jenazah terpaksa dibawa ke Jalan Rajawali untuk menunggu ambulans datang. Ratusan warga dan driver ojol tetap berjaga di lokasi.

Perlintasan Ini Sudah Berulang Kali Memakan Korban

Warga sekitar mengungkapkan bahwa kecelakaan di perlintasan tersebut bukan yang pertama. Selama ini, perlintasan dijaga secara swadaya oleh warga yang bertugas menghentikan kendaraan saat kereta lewat.

Namun belakangan, sering terjadi perselisihan dengan pengendara yang tidak mengindahkan peringatan. Akibatnya, para penjaga enggan bertugas lagi.

Pemasangan palang pintu resmi oleh pihak terkait sangat mendesak. Jangan sampai korban jiwa terus berjatuhan hanya karena kelalaian infrastruktur.

Konfirmasi Polisi

Kapolsek Medan Area, AKP Ainul Yaqin, membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini kita masih menunggu mobil ambulans untuk mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit,” ujarnya singkat.

Perlintasan tanpa palang adalah “perangkap maut”. Selalu berhenti, lihat kanan-kiri, dan pastikan aman sebelum melintas. Satu detik kelalaian bisa merenggut nyawa selamanya. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com