Skandal Wali Kota Medan Rico Waas: Berobat ke Luar Negeri Saat Rakyat Susah, Klaim Lapor ke Mendagri Tapi Tak Ada Izin Pemprovsu!
MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, kembali memicu gelombang kecaman publik. Alih-alih memimpin ibu kota Sumatera Utara yang sedang dilanda banjir dan kemacetan, politisi muda NasDem itu justru terbang ke luar negeri untuk “berobat” sekaligus “mengambil obat habis”.
Yang lebih mengherankan, ia mengaku hanya melapor ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sementara komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) disebutnya belum optimal. Alasan apa ini?
“Benar saya sedang di luar negeri untuk pengobatan. Sudah rencanakan jauh-jauh hari, tapi baru dapat waktu libur. Saya sudah lapor ke Mendagri,” ujar Rico melalui sambungan seluler, Minggu (17/5/2026).
Pernyataan ini sontak memicu pertanyaan besar: Mengapa tidak lapor ke gubernur selaku atasan langsung? Apakah ini bentuk penghindaran tanggung jawab atau ada agenda terselubung?
Rico bersikukuh tidak menggunakan APBD untuk perjalanan ini. “Murni dana pribadi,” tegasnya.
Namun publik dan pengamat politik tetap ragu. “Dana pribadi pejabat sekelas wali kota dari mana? Apakah tidak ada konflik kepentingan dengan jabatannya?
Apakah obat-obatan yang dimaksud hanya tersedia di luar negeri, tak ada di Medan atau Jakarta? Ini alasan klasik yang sulit diterima akal sehat,” ujar seorang pegiat antikorupsi yang enggan disebut namanya.
Lebih tragis, selama Rico “berobat”, ia mengaku memantau Kota Medan lewat pimpinan OPD, camat, lurah, hingga kepling. Pantauan jarak jauh tanpa kehadiran fisik dianggap sebagai bentuk kelalaian serius.
“Wali kota itu harusnya memimpin langsung, bukan dari luar negeri lewat sambungan telepon. Apalagi di tengah situasi darurat sampah dan banjir bandang beberapa hari lalu. Di mana kepeduliannya?” sindir warga di media sosial.
Rico juga menyatakan dukungan Pemkot Medan terhadap program strategis nasional. Namun ironisnya, saat program pusat menuntut koordinasi lintas daerah, justru ia mengakui komunikasi dengan Pemprovsu belum optimal.
Publik menilai ini sebagai pengakuan lemahnya kepemimpinan. Apakah layak seseorang yang gagal membangun hubungan dengan provinsi masih dipercaya mengelola kota sebesar Medan?
Kontroversi ini semakin viral setelah akun-akun gosip politik merilis dugaan bahwa “libur panjang” yang dimanfaatkan Rico bertepatan dengan jeda sidang DPRD.
Bukan tak mungkin, rombongan berobat ini adalah kamuflase dari perjalanan dinas terselubung atau bahkan liburan mewah dengan keluarga.
Sampai berita ini diturunkan, Pemprovsu dan Kemendagri belum memberikan klarifikasi resmi terkait ada-tidaknya izin berobat ke luar negeri bagi kepala daerah.
Rico Waas mungkin merasa aman karena sudah lapor ke Mendagri. Namun rakyat Medan tidak bodoh. Kepergian di saat rawan, komunikasi yang putus asa dengan provinsi, serta klaim dana pribadi yang tak bisa diverifikasi semua ini bau politik ugal-ugalan.
#RicoWaas harus segera pulang dan menjelaskan di depan publik, bukan di balik sambungan seluler. Atau jangan-jangan ini awal dari skenario mundur ala-ala? (Red)