Blackout Medan 24+ Jam! DPRD Minta PLN Bayar Kompensasi Kerugian Pelanggan – Ini Kata PKS

15

MEDAN – Kegelapan menyelimuti Kota Medan selama lebih dari sehari semalam. Pemadaman listrik massal (blackout) yang berlangsung >24 jam membuat aktivitas warga lumpuh total.

Kini, tekanan politik mulai mengerucut: DPRD Medan secara tegas meminta PT PLN agar membayar kompensasi atas kerugian pelanggan.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda (PKS), menyuarakan kekecewaan mendalam.

“Saya prihatin sekaligus menyesalkan manajemen PLN yang terkesan abai terhadap dampak pemadaman ini,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026) malam.

Menurut politisi yang akrab disapa Datuk itu, dampak blackout tidak main-main. Rumah tangga berhenti beraktivitas, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merugi, air bersih tak mengalir karena pompa mati, hingga layanan publik terganggu.

“Banyak warga kehilangan stok bahan makanan di kulkas. Jaringan komunikasi ikut tersendat, bahkan isu keamanan lingkungan meningkat karena gelap gulita,” paparnya.

Baca Juga : PLN Ingkar Janji di Medan: Listrik Padam Hampir 24 Jam, Wong Chun Sen Minta Kompensasi dan Tanggung Jawab

Lebih tragis, sejumlah pelaku usaha kuliner di Jalan Setia Budi dan sekitar Ringroad melaporkan kerugian hingga jutaan rupiah.

“Telur, daging, es krim—semua membusuk. Kami ingin PLN bertanggung jawab,” keluh seorang pemilik kafe kecil.

Datuk Iskandar Muda menegaskan empat tuntutan mendesak:
1. Kompensasi nyata bagi pelanggan terdampak (bisa berupa potongan tagihan atau dana tunai).
2. Informasi resmi berkala selama pemadaman agar publik tak panik dan bingung.
3. Evaluasi total sistem kelistrikan agar blackout serupa tidak terulang.
4. Apresiasi khusus untuk petugas teknis yang bekerja ekstra keras di lapangan.

“Kami mengerti ada gangguan di sistem interkoneksi. Tapi masyarakat butuh kepastian dan transparansi. Jangan biarkan warga menjadi korban ketidaksiapan sistem mitigasi,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PLN hingga berita ini diturunkan belum mengeluarkan pernyataan resmi soal skema kompensasi.

Namun, dalam rilis internal yang bocor ke publik, disebut bahwa pemadaman dipicu oleh gangguan pada gardu induk utama. Masyarakat kini ramai-ramai menggaungkan tagar #PLNBayarGantiRugi di media sosial.

Blackout kali ini menjadi alarm keras bagi ketahanan energi Kota Medan. Karena listrik bukan lagi sekadar penerang—ia adalah urat nadi ekonomi dan keselamatan warga.

Jika Anda juga merasakan kerugian akibat pemadaman ini, segera catat bukti (foto meteran, faktur belanja rusak, dll) dan laporkan ke pengaduan PLN serta Komisi 4 DPRD Medan. Suara Anda penting untuk memastikan keadilan. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com