Ancelotti Langsung Diuji Singa Atlas, Brasil Tak Lagi Sendirian di Puncak Favorit

477

MEDAN – Fase grup Piala Dunia 2026 langsung menyajikan pertarungan kelas berat saat Brasil menghadapi Maroko pada laga pembuka Grup C di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Minggu (14/6/2026) WIB.

Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menarik pada fase grup karena mempertemukan dua tim yang masuk jajaran 10 besar peringkat dunia FIFA.

Brasil datang sebagai pemilik lima gelar juara dunia, sementara Maroko berstatus salah satu kekuatan baru sepak bola dunia setelah mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia 2022.

Sorotan utama tertuju pada pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. Juru taktik asal Italia itu menjalani debut Piala Dunia bersama Selecao dan dituntut mengembalikan Brasil ke jalur juara setelah puasa gelar sejak 2002. Ancelotti juga menjadi pelatih asing pertama yang memimpin Brasil di putaran final Piala Dunia.

Di atas kertas, Brasil masih memiliki kedalaman skuad yang lebih mentereng. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Raphinha, Bruno Guimaraes dan Marquinhos diperkirakan menjadi tulang punggung permainan Selecao. Namun Brasil mendapat kabar kurang baik setelah Neymar dipastikan absen pada laga pembuka akibat cedera.

Ancelotti diprediksi tetap mengusung pendekatan menyerang dengan penguasaan bola dominan serta eksploitasi kecepatan pemain sayap. Kecepatan Vinicius Junior dan kreativitas Raphinha menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Maroko yang dikenal disiplin.

Baca Juga: Tak Ada Tempat Bersembunyi di Puskas Arena, PSG dan Arsenal Berebut Takhta Eropa

Namun Maroko bukan lagi tim kejutan. Tim berjuluk Singa Atlas kini datang dengan status juara Afrika dan salah satu negara yang diprediksi mampu melangkah jauh di turnamen. Pelatih Mohamed Ouahbi bahkan menegaskan timnya tidak lagi menganggap diri sebagai underdog saat menghadapi Brasil.

Maroko masih mengandalkan fondasi permainan yang membawa mereka bersinar dalam beberapa tahun terakhir.

Pertahanan yang rapat, transisi cepat, serta efektivitas serangan balik menjadi identitas tim. Kehadiran Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat dan Brahim Diaz membuat tim Afrika tersebut memiliki keseimbangan di semua lini.

Meski demikian, Maroko datang dengan sejumlah kendala setelah kehilangan bek tengah Nayef Aguerd dan winger Abde Ezzalzouli yang mengalami cedera menjelang turnamen.

Secara statistik dan kualitas individu, Brasil tetap sedikit lebih unggul. Superkomputer Opta memberikan peluang kemenangan Brasil sekitar 58,6 persen pada laga ini.

Namun pengalaman Maroko mengalahkan tim-tim elite dunia dalam beberapa tahun terakhir membuat pertandingan diperkirakan berlangsung ketat.

Pertarungan di lini tengah antara Bruno Guimaraes dan Sofyan Amrabat diprediksi menjadi kunci jalannya laga. Jika Brasil mampu mendominasi penguasaan bola sejak awal, peluang mereka untuk membuka pertahanan Maroko akan semakin besar.

Sebaliknya, bila Maroko berhasil memaksa pertandingan berjalan lebih fisikal dan mengandalkan serangan balik, Singa Atlas berpotensi membuat kejutan.

Prediksi jalannya pertandingan menunjukkan Brasil akan lebih banyak menguasai bola, sedangkan Maroko menunggu momen untuk menyerang lewat transisi cepat. Laga diperkirakan berlangsung sengit. (RS)