Gubsu Bobby Pimpin Revolusi Wisata Karo: Sidebuk Debuk Bebas Pungli, Wisata Naik Kelas!

134

MEDAN – Kabar gembira bagi para pecinta wisata alam Sumatera Utara! Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, secara tegas mendorong penghentian total seluruh praktik kutipan terhadap wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pemandian Air Panas Semangat Gunung, yang lebih dikenal dengan nama Sidebuk Debuk, di Kabupaten Karo.

Langkah berani ini diambil setelah polemik pungutan liar (pungli) yang marak terjadi dan sempat viral di media sosial, dinilai sebagai penghambat utama kemajuan sektor pariwisata di Bumi Tanah Karo.

Dalam pertemuan penting antara Gubernur Bobby dan Bupati Karo Antonius Ginting beserta jajaran Forkopimda di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (18/6/2026), sebuah keputusan monumental pun diambil.

Bobby menegaskan bahwa praktik retribusi berlapis di pintu masuk kawasan wisata sudah tidak relevan jika Karo ingin naik kelas dan bersaing dengan destinasi unggulan lainnya.

“Masa lewat saja harus bayar. Kalau wisata Karo mau naik kelas, pola seperti ini harus dihentikan,” tegas Bobby dengan lugas.

Bobby memaparkan dua opsi penyelesaian yang ditawarkan kepada Pemkab Karo. Opsi pertama adalah penghapusan total retribusi kepada wisatawan, di mana pendapatan daerah dialihkan melalui mekanisme pajak dan retribusi yang sah kepada pelaku usaha seperti pengelola pemandian, penginapan, dan parkir.

Baca Juga : Pungli di Sidebuk Debuk Berastagi Lenyap, Warganet Ramai-Ramai Puji Bobby Nasution

Opsi kedua adalah penataan ulang sistem retribusi dengan manajemen yang lebih ketat dan transparan. Meski memberi waktu hingga Senin (22/6/2026) untuk keputusan final, Bobby dengan tegas menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi lebih merekomendasikan opsi pertama.

Menariknya, Gubernur Bobby tidak serta-merta menyalahkan masyarakat setempat yang selama ini melakukan penarikan.

Ia secara blak-blakan mengungkapkan bahwa praktik ini telah berlangsung lama dan sebelumnya mendapat ruang dari kebijakan pemerintah di masa lalu.

“Kita tidak menyalahkan 100 persen masyarakat. Karena yang mengajarkan dulu pemerintah juga, sekarang mau dirapikan tentu ada gejolak. Maka pemerintah juga harus bertanggung jawab memberikan solusi,” ujarnya dengan bijak.

Menanggapi arahan tegas sang Gubernur, Bupati Karo Antonius Ginting menunjukkan komitmen luar biasa. Ia menyatakan kesiapannya untuk berkantor langsung di lokasi Sidebuk Debuk guna memastikan tidak ada lagi pengutipan terhadap wisatawan.

Bahkan, ia siap berjaga selama 24 jam penuh bersama unsur TNI, Polri, dan Satpol PP. “Kami siap berkantor di sana untuk memastikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang mengakses air panas,” tegas Antonius.

Pemkab Karo juga akan segera menggalang dan mengedukasi masyarakat agar memahami konsep baru pengelolaan wisata yang lebih maju dan tidak merugikan pengunjung.

Langkah revolusioner ini disambut hangat oleh publik dan warganet. Beredar video di media sosial yang menunjukkan spanduk di lokasi wisata yang menyatakan penghapusan kutipan liar, disertai apresiasi kepada Gubernur Bobby Nasution.

Masyarakat berharap penertiban ini konsisten dan diikuti dengan perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi agar kenyamanan wisatawan semakin terjamin.

Dengan kebijakan ini, Kabupaten Karo siap melangkah menuju era baru pariwisata yang lebih tertib, transparan, dan ramah, mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan Sumatera Utara yang mendunia. (Rel)