Super Sub Manzambi Bikin Swiss Gilas Bosnia 4-1

163

LOS ANGELES – SoFi Stadium bergemuruh. Tapi bukan dari pendukung Bosnia yang memadati tribun. Dari sudut penonton Swiss yang selama 70 menit pertama hanya bisa gelisah menggigit kuku.

Seorang pemain bernomor punggung 9 baru saja masuk. Tiga menit di atas lapangan, Johan Manzambi menyambut bola muntah hasil sapuan pemain Bosnia dengan voli keras yang tak terbendung. Gawang Bosnia jebol. Skor 1-0 untuk Swiss.

Gol itu seperti membuka pintu air. Enam menit berselang, wasit mengeluarkan kartu merah langsung untuk bek Bosnia, Tarik Muharemovic, usai tekel brutal dari belakang terhadap Breel Embolo. Bosnia harus bermain dengan 10 orang.

Swiss langsung memanfaatkan keunggulan jumlah. Di menit 84, Ruben Vargas pemain pengganti lainnya menyelesaikan umpan silang Embolo dengan tenang. 2-0.

Lalu di menit 90, Vargas dan Manzambi kembali berduet. Vargas mengirim umpan tarik, Manzambi menyelesaikannya dengan sekali sentuh. Gol kedua malam itu bagi pemain 20 tahun asal Freiburg itu. 3-0.

“Jujur, ini luar biasa. Ini brace pertama dalam karier saya,” ujar Manzambi usai pertandingan. “Dan melakukannya di Piala Dunia, terutama setelah kami memulai dengan kurang baik, ini seperti mimpi masa kecil menjadi kenyataan.”

Namun laga belum usai. Di menit 90+3, pemain pengganti Bosnia, Ermin Mahmic, mencetak gol hiburan dengan tembakan keras dari sudut sempit. Sejenak, tribun biru Bosnia bersorak tapi hanya sesaat.

Baca Juga : Blunder Kiper Korsel Antar Meksiko Ke 32 Besar

Di menit 90+7, wasit menunjuk titik putih setelah Amar Memic menjatuhkan pemain Swiss di kotak penalti. Kapten Granit Xhaka maju sebagai eksekutor. Tanpa ampun. 4-1.

Pertandingan usai. Swiss yang sempat tertahan imbang 1-1 oleh Qatar di laga perdana, kini memuncaki Grup B dengan 4 poin. Bosnia, yang di laga pertama menahan imbang tuan rumah Kanada 1-1, kini tertahan di peringkat ketiga dengan 1 poin.

“Saya pikir skor ini tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan,” kata Clinton Morrison, mantan striker Republik Irlandia yang menjadi komentator BBC. “Tapi pergantian pemain yang dilakukan Swiss benar-benar menyakiti Bosnia. Saat Bosnia harus bermain dengan 10 orang, mereka kesulitan.”

Bosnia sebenarnya tampil perkasa di babak pertama. Didukung puluhan ribu pendukung yang membanjiri SoFi Stadium negara mereka baru kedua kalinya tampil di Piala Dunia mereka bertahan dengan disiplin. Swiss mendominasi penguasaan bola, tapi kesulitan menembus pertahanan rapat Bosnia.

Bahkan Dan Ndoye nyaris mencetak gol spektakuler lewat tendangan salto di babak kedua, namun kiper Bosnia Nikola Vasilj masih sigap mengamankan gawangnya.

Namun ketangguhan Bosnia luluh dalam 20 menit akhir yang kacau. Pelatih Swiss Murat Yakin melakukan tiga pergantian di menit 72 termasuk memasukkan Manzambi dan Vargas. Dua menit kemudian, gol pertama tercipta.

“Itulah perbedaan di turnamen ini,” tambah Morrison. “Anda punya starting eleven, tapi Anda juga punya para ‘finisher’. Para finisher ini akan memainkan peran besar di Piala Dunia ini.”

Bagi Bosnia, kekalahan ini belum menghancurkan asa. Mereka masih memiliki satu laga tersisa melawan Qatar di Seattle.

Namun jalan menuju babak gugur kini terjal. Sementara Swiss hanya butuh satu poin dari laga terakhir melawan Kanada di Vancouver untuk memastikan tiket ke 32 besar.

Di tengah laut biru pendukung Bosnia yang memadati stadion, satu sosok menarik perhatian seorang pria berpakaian sapi, dengan keras membunyikan lonceng besarnya entah untuk menyemangati Swiss atau sekadar menjadi tontonan unik di tengah tensi tinggi. Malam itu, suara loncengnya tenggelam oleh gemuruh selebrasi Swiss. (FD)