Sidebuk Debuk Resmi Bebas Pungli! Satpol PP Sumut Patroli 24 Jam, Wisatawan Banjir!
MEDAN – Kabar gembira bagi para pecinta wisata alam di Sumatera Utara! Kawasan pemandian air panas Sidebuk Debuk yang terletak di kaki Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, kini resmi bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut mengambil alih pengamanan kawasan wisata ini dengan patroli 24 jam penuh.
Keputusan tegas ini bermula dari viralnya video seorang konten kreator yang mengeluhkan pungutan retribusi berlapis di jalur menuju Sidebuk Debuk.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, langsung bergerak cepat. Ia meminta Bupati Karo untuk menghentikan penarikan berbagai retribusi yang dinilai merugikan wisatawan dan menghambat pengembangan destinasi.
Aksi nyata pun dilakukan. 45 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 25 personel Satpol PP Provinsi Sumut dan 20 personel Satpol PP Kabupaten Karo.
Mereka ditempatkan di tiga pos strategis sejak Jumat malam, 26 Juni 2026, untuk mengamankan akses menuju kawasan wisata.
Pengamanan tidak berjalan mulus. Pada hari-hari awal, petugas menghadapi situasi tegang. Sejumlah oknum masih nekat melakukan pungli dan diduga melakukan aksi premanisme dengan mengintimidasi pengunjung, mengancam menggunakan senjata tajam, bahkan melempari kendaraan wisatawan yang melintas.
Baca Juga : Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk Membludak!
Namun, personel Satpol PP Sumut bertindak tegas. “Kegiatan pungutan liar berhasil dihentikan saat itu juga. Kami memastikan kembali bahwa kegiatan pungli tidak lagi ada, dan hasilnya sudah tidak ditemukan,” tegas Kepala Satpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimi.
Dalam operasi pengamanan, ditemukan fakta mengejutkan: personel Satpol PP Kabupaten Karo tidak berada di pos-pos yang telah ditetapkan. Pos 1, Pos 2, dan Pos 4 dilaporkan kosong, bahkan sejak siang hari.
Meski demikian, Satpol PP Sumut memastikan pengamanan tetap berjalan normal. Patroli terus dilakukan untuk menjaga ketertiban dan memastikan tidak ada lagi praktik pungli yang merugikan masyarakat maupun wisatawan.
Langkah berani ini langsung membuahkan hasil manis. Dalam dua hari setelah penertiban, jumlah wisatawan melonjak drastis! Kawasan Sidebuk Debuk yang sempat sepi, kini kembali dipadati kendaraan pribadi hingga bus wisata. (FD)