Gala Dinner APEKSI XVIII: 98 Kepala Daerah Bersatu dalam Kebudayaan

139

MEDAN — Gemerlap cahaya dan ribuan pasang mata menjadi saksi bisu dari perhelatan akbar yang mempertemukan semangat pembangunan dan keluhuran budaya di Lapangan Merdeka, Selasa malam (30/6/2026).

Pesona Melayu dan semangat Nusantara menyatu dalam Gala Dinner yang digelar untuk menyambut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII sekaligus menandai puncak penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX.

Malam itu, kehangatan persaudaraan terpancar ketika Wali Kota Medan, Rico Waas, didampingi Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, secara resmi menyambut kedatangan 98 Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari berbagai penjuru tanah air.

Tak sekadar formalitas, momen ini menjadi simbol eratnya kolaborasi antardaerah dalam bingkai persatuan.

Sebuah pemandangan spektakuler terlihat ketika seluruh kepala daerah yang hadir kompak mengenakan pakaian adat Melayu. Bagi Rico Waas, ini bukan sekadar gaya busana, melainkan manifesto nilai-nilai luhur kepemimpinan.

“Dalam tradisi Melayu, busana ini mengandung makna kehormatan, kesantunan, kearifan, serta tanggung jawab dalam memimpin dan melayani masyarakat. Kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur,” tegas Rico dalam sambutannya.

Pernyataan ini sejalan dengan tema besar yang diusung APEKSI XVIII, yakni “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”—sebuah tema yang menekankan bahwa ketangguhan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari ketahanan budaya dan identitasnya.

Baca Juga : Anak Muda Garda Terdepan! Bima Arya & Rico Waas Beberkan Strategi Jitu Bangun Kota Tangguh di YCC APEKSI 2026

Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX yang berlangsung dari 27 hingga 30 Juni 2026 bukanlah sekadar festival tahunan. Event yang kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) ini menjadi wadah pemersatu budaya, mempertemukan warisan dan identitas Melayu dalam satu panggung kebersamaan.

Tidak hanya dari dalam negeri, festival ini turut diramaikan oleh delegasi seni dan budaya dari sejumlah negara sahabat, di antaranya Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand.

Kehadiran mereka memperkuat posisi budaya Melayu sebagai instrumen soft diplomacy yang strategis bagi Indonesia di kancah internasional.

Rico Waas menyampaikan bahwa APEKSI dan Gemes memiliki filosofi yang saling melengkapi. Jika APEKSI mempertemukan kota dalam semangat pembangunan, maka Gemes mempertemukan warisan dan identitas dalam semangat kebudayaan.

“Keduanya mengajarkan bahwa kemajuan akan lebih mudah dicapai ketika kita memilih berjalan bersama. Ketika satu kota menjadi lebih kuat, maka satu daerah menjadi lebih maju. Dan ketika 98 kota bergerak bersama, Indonesia akan jauh lebih tangguh,” ujarnya penuh optimisme.

Gala Dinner malam itu dimeriahkan oleh penampilan tari kolosal Nusantara yang megah serta hiburan dari penyanyi papan atas Lyodra—yang merupakan putri daerah Medan sukses membawa seluruh hadirin larut dalam kegembiraan.

Di sisi ekonomi, penyelenggaraan Gemes dan rangkaian APEKSI memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Berdasarkan laporan Dinas Pariwisata Kota Medan, perputaran transaksi selama Gemes mencapai lebih dari Rp300 juta per hari, melibatkan 72 stan UMKM yang tersebar di sekitar lokasi.

Secara keseluruhan, kehadiran 96 pemerintah kota dalam APEKSI diproyeksikan menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp17 miliar, dengan kontribusi terbesar dari sektor jasa event (50,22%), perhotelan (37,13%), serta UMKM dan kuliner (11,27%).

Sebagai bentuk penghormatan, Rico Waas bersama Ny. Airin Rico Waas menyerahkan cenderamata kepada para delegasi yang hadir.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, unsur Forkopimda, Sultan Deli ke-14 Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, serta para pimpinan perangkat daerah.

Rangkaian Rakernas APEKSI XVIII akan berlangsung hingga 4 Juli 2026, mencakup berbagai agenda seperti Upacara Hari Jadi ke-436 Kota Medan, Dialog Kota Tangguh, Indonesia City Expo, dan Karnaval Nusantara yang melibatkan 2.984 peserta dari 56 delegasi. (Rel)