Pesta Belgia di Seattle, AS Tersungkur 4-1 dan Gigitan Pahit Mimpi Tuan Rumah

227

SEATTLE – Stadion Seattle yang penuh sesak dengan 66.925 pasang mata tiba-tiba membungkam. Bukan sorak kemenangan yang terdengar, melainkan erang kecewa.

Mimpi Amerika Serikat untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia kandang sendiri sirna sudah. Timnas Belgia, dengan dingin dan efisien, membantai tuan rumah dengan skor telak 4-1 dalam laga babak 16 besar, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.

Sejak peluit pertama dibunyikan, “Setan Merah” Belgia langsung menunjukkan taringnya. Mereka tampil agresif, menekan lini belakang AS yang tampak gugup sejak menit-menit awal.

Belum genap sepuluh menit laga berjalan, tepatnya di menit ke-9, mimpi buruk tuan rumah pun dimulai. Charles De Ketelaere, pemain depan Belgia, dengan tenang menyelesaikan umpan silang Nicolas Raskin untuk membuka keunggulan.

Tuan rumah yang tertinggal mencoba bangkit. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Upaya itu membuahkan hasil di menit ke-31.

Baca Juga : Duel Dua Kutub: Tuan Rumah Percaya Diri Vs Eropa Yang Tak Terduga

Malik Tillman, yang menjadi andalan AS di babak gugur, kembali menunjukkan ketajamannya. Tendangan bebasnya yang melengkung gagal diantisipasi kiper Thibaut Courtois dan merobek jala gawang Belgia. Skor 1-1! Seattle Stadium bergemuruh. Namun, euforia itu hanya bertahan 61 detik.

Belgia belum selesai. Hanya dua menit berselang, tepatnya di menit ke-33, De Ketelaere kembali mencetak gol. Memanfaatkan umpan silang matang dari Leandro Trossard, ia menyundul bola ke gawang AS.

Belgia kembali unggul 2-1. Di sisi pinggir lapangan, pelatih AS, Mauricio Pochettino, terlihat frustrasi. Ia menendang rak botol air di depan bangku cadangan hingga berhamburan.

Babak kedua menjadi bencana bagi tuan rumah. Di menit ke-57, kiper AS Matt Freese melakukan blunder konyol. Ia maju terlalu jauh meninggalkan gawang untuk mengamankan bola, namun tendangannya melenceng.

Bola malah jatuh ke kaki Hans Vanaken yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Tanpa ampun, Vanaken melepaskan tembakan ke gawang kosong. Skor 3-1 untuk Belgia.

Tertinggal dua gol, Pochettino memasukkan seluruh amunisi. Giovanni Reyna dan Ricardo Pepi masuk. Namun, pertahanan Belgia yang dikawal Thibaut Courtois terlalu kokoh.

Skuad asuhan Roberto Martinez lebih memilih bermain efektif dan mengandalkan serangan balik. Puncaknya, di masa injury time menit ke-90+3, Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol keempat.

Memanfaatkan umpan Vanaken, ia melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Freese. Petaka 4-1 bagi AS pun menjadi kenyataan.

Kekalahan ini mengubur mimpi AS untuk melangkah ke perempat final. Lebih pahit lagi, dengan tersingkirnya AS, maka seluruh negara tuan rumah bersama (AS, Meksiko, dan Kanada) telah angkat koper dari Piala Dunia 2026 di babak 16 besar.

Di sisi lain, kemenangan ini membawa Belgia melaju ke perempat final. Mereka akan menantang Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Portugal. Pesta Belgia di Seattle baru saja dimulai, dan mereka menatap laga selanjutnya dengan penuh percaya diri. (FD)