Yemima Raih Mahkota Putri Otonomi Indonesia 2026

418

DELISERDANG – Yemima Mutiara Caren Sitanggang dinobatkan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026.

Wakil Kabupaten Deli Serdang itu sukses menyingkirkan 18 finalis dari berbagai daerah di Indonesia pada malam Grand Final yang berlangsung di Graha Bhinneka Perkasa Jaya, Kamis (2/7/2026).

Kemenangan Yemima disambut meriah para pendukung yang memadati lokasi acara. Mahkota yang diraihnya menjadi pencapaian membanggakan bagi Kabupaten Deli Serdang yang tahun ini juga menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Perjalanan Yemima menuju gelar juara tidaklah mudah. Sejak awal kompetisi, ia harus bersaing dengan 19 finalis yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Para peserta menjalani serangkaian tahapan penilaian yang tidak hanya menguji penampilan, tetapi juga wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga kapasitas mempromosikan potensi daerah.

Langkah Yemima semakin mulus setelah ia dinobatkan sebagai Putri Terfavorit berkat dukungan suara publik terbanyak melalui voting online. Gelar tersebut sekaligus memberinya golden ticket menuju babak empat besar.

Di babak penentuan, Yemima bersaing dengan Annabelle Malianglay dari Kabupaten Minahasa Utara, Asyifa Nada Ashila Sulhi dari Kabupaten Jember, dan Cinta Kasih Sayang Helena dari Kota Tangerang Selatan.

Salah satu momen yang menjadi sorotan dewan juri terjadi saat Yemima menjawab pertanyaan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dengan tenang dan percaya diri, ia menegaskan bahwa AI merupakan teknologi yang membantu manusia, bukan menggantikannya.

“AI hadir untuk membantu manusia, bukan menggantikannya. Sebagai generasi muda, kita harus mampu memanfaatkan AI secara bijak agar memberikan dampak positif. Jika mampu beradaptasi dan mengintegrasikannya dengan kemampuan manusia, AI akan menjadi teknologi yang membawa banyak manfaat,” ujarnya.

Jawaban tersebut mendapat apresiasi dari para juri dan peserta yang hadir. Penampilan konsisten sepanjang kompetisi akhirnya mengantarkan Yemima meraih mahkota Putri Otonomi Indonesia 2026.

Dewan juri menetapkan Annabelle Malianglay dari Kabupaten Minahasa Utara sebagai Runner Up I, Asyifa Nada Ashila Sulhi dari Kabupaten Jember sebagai Runner Up II, dan Cinta Kasih Sayang Helena dari Kota Tangerang Selatan sebagai Runner Up III.

Ketua APKASI, Bursah Zarnubi, mengatakan Putri Otonomi Indonesia merupakan wadah untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi representasi daerah sekaligus duta pembangunan nasional.

Baca Juga: Gelombang Solidaritas Nasional : APKASI Salurkan Bantuan Rp1,25 Miliar untuk Korban Bencana Dahsyat di Sumut, Aceh, dan Sumbar

Selama masa karantina, para finalis mendapatkan pembekalan tentang kepemimpinan, komunikasi publik, promosi potensi daerah, wawasan kebangsaan, hingga nilai-nilai bela negara.

“Pemenang Putri Otonomi Indonesia diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengaku bangga atas prestasi yang diraih wakil daerahnya.

“Dari awal saya yakin Yemima memiliki potensi besar. Prestasi ini menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Deli Serdang yang tahun ini merayakan hari jadinya ke-80,” ujarnya.

Selain pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2026, malam grand final juga dirangkai dengan penobatan berbagai duta pada sejumlah bidang strategis sebagai upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam promosi daerah dan pembangunan nasional.

Keberhasilan Yemima menambah daftar prestasi generasi muda Sumatera Utara di tingkat nasional. Mahasiswa muda asal Deli Serdang itu kini mengemban tugas sebagai wajah baru Putri Otonomi Indonesia yang akan membawa pesan pembangunan daerah, nasionalisme, dan pemberdayaan generasi muda ke berbagai daerah di Indonesia. (RS)