Gelombang Solidaritas Nasional : APKASI Salurkan Bantuan Rp1,25 Miliar untuk Korban Bencana Dahsyat di Sumut, Aceh, dan Sumbar
MEDAN – Di tengah duka mendalam akibat bencana banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatera sejak akhir November 2025, gelombang solidaritas dari seluruh penjuru Indonesia terus mengalir.
Hari ini, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya menyambut langsung kedatangan bantuan dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Posko Tanggap Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Medan.
Bencana hidrometeorologi ekstrem ini telah merenggut lebih dari 1.000 jiwa di tiga provinsi – Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat – dengan ratusan orang masih hilang dan puluhan ribu mengungsi.
Di Sumut saja, 19 kabupaten/kota terdampak parah, termasuk wilayah Tapanuli dan Langkat yang menjadi prioritas penyaluran bantuan mendesak.
Dengan penuh haru, Wagub Surya menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak. “Hingga hari ini, kami terus mendapat dukungan dari daerah dan provinsi lain, dari pemerintah, BUMN, swasta, hingga komunitas masyarakat. Kami tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa bantuan dari APKASI merupakan bukti nyata empati dan simpati antardaerah, yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat Sumut yang sedang berjuang bangkit.
“Bantuan ini, Insya Allah, akan segera kami salurkan langsung ke wilayah-wilayah terparah seperti Tapanuli dan Langkat,” tambah Surya, sambil memastikan posko tanggap bencana tetap aktif menerima dan mendistribusikan bantuan secara transparan dan cepat.
Sementara itu, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi (Bupati Lahat) menyatakan bahwa asosiasi yang mewakili seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia ini mengalokasikan total Rp1,25 miliar khusus untuk korban di tiga provinsi terdampak.
“Kami tergerak atas surat dari Menteri Dalam Negeri yang mengajak saling bantu antardaerah. Penyaluran dibagi tim: sebagian ke Aceh Tamiang dan Sumut hari ini, besok ke Sumatera Barat,” jelasnya.
Bursah menggambarkan betapa dahsyatnya bencana ini, yang dipicu curah hujan ekstrem dan kerentanan lingkungan.
“Perbaikan akan memakan waktu lama, tapi kami harap bantuan ini membawa manfaat nyata dan semangat bagi saudara-saudara kita. Semoga korban diberi kekuatan, yang meninggal husnul khotimah, dan yang hilang segera ditemukan,” tuturnya dengan penuh empati.
Kedatangan bantuan APKASI ini menjadi simbol kuat gotong royong bangsa, di saat ribuan keluarga masih membutuhkan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara. Solidaritas seperti ini semakin menguatkan harapan bahwa Sumatera akan bangkit lebih tangguh. (Rel)