Bapenda Medan Blusukan ke Badung, Intip Jurus Jitu Kelola Pajak Hotel & Restoran yang Raup Rp2,7 Triliun dalam 5 Bulan

95

MEDAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan tidak ingin sekadar jadi penonton. Di tengah gejolak ekonomi, mereka nekad terbang ke Pulau Dewata.

Bukan untuk liburan, melainkan membongkar rahasia sukses Kabupaten Badung dalam mengeruk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak, khususnya PBJT Jasa Perhotelan serta PBJT Makanan dan Minuman.

Dipimpin langsung Kepala Bapenda Medan, M. Agha Novrian, rombongan disambut hangat oleh Kepala Bidang Penetapan Bapenda Badung, Made Subianta Sudarma, beserta jajaran.

Target utama: mempelajari strategi pengelolaan pajak daerah yang menjadi tulang punggung penerimaan Badung—daerah dengan kontribusi pariwisata terbesar di Indonesia.

Bapenda Badung membeberkan data mengejutkan: realisasi pajak daerah hingga Mei 2026 telah menembus Rp2,708 triliun dari target tahunan Rp8,735 triliun. Tren positif ini tidak lepas dari dua sektor unggulan:

· PBJT Jasa Perhotelan → 9.340 wajib pajak
· PBJT Makanan & Minuman → 3.855 wajib pajak (per Juni 2026)

Baca Juga : Bikin Melongo! Bapenda Medan Blusukan ke Denpasar, Intip Jurus Jitu Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi

Bayangkan, dari ribuan hotel dan restoran itulah aliran dana daerah terus mengalir deras. Lalu, apa rahasianya?

Bapenda Medan dibuat melongo saat melihat sistem Sistem Online Pajak Daerah (SOPD) Badung. Semua terintegrasi: pembayaran, pelaporan, penyetoran, hingga pertukaran data elektronik. Teknologi host-to-host dengan perbankan membuat setiap transaksi pajak langsung real time masuk kas daerah.

Yang lebih canggih: Online Transaction Monitoring (OTM) lewat perangkat Tapping Box, Client Reader Apps, dan Cash Register Online. Petugas bisa memantau transaksi hotel, restoran, dan parkir secara langsung. Tidak ada celah “lupa lapor”.

Satu lagi inovasi yang membuat iri: E-PALAPA (Elektronik Pelayanan Administrasi Pajak Daerah). Platform berbasis web dan mobile ini memungkinkan wajib pajak:
· Mendaftar NPWPD tanpa antre
· Melapor SPTPD dari gawai
· Cek tagihan pajak kapan saja
· Akses semua layanan perpajakan digital

Kepala Bapenda Medan, M. Agha Novrian, mengaku puas. “Banyak hal yang kami pelajari, terutama pemanfaatan teknologi untuk pengawasan transaksi, integrasi sistem pembayaran, dan layanan digital yang memudahkan masyarakat serta pelaku usaha. Ini akan menjadi bahan kajian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan optimalisasi PAD Kota Medan.”

Dengan bekal ilmu dari Badung, Bapenda Medan kini berambisi mempercepat transformasi digital. Jika sistem serupa diterapkan, potensi pajak dari ribuan hotel, restoran, dan kafe di Medan bisa tergarap optimal. Wajib pajak pun dipermudah, pendapatan daerah meroket.

Studi tiru bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah konkret membangun sistem pajak modern. Badung telah membuktikan, digitalisasi adalah kunci. Kini giliran Medan menunjukkan aksinya. (Rel)